KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Pemerintah dan BUMN penyalur energi, khususnya PT Pertamina (Persero), memastikannya pemangkasan anggaran subsidi energi dalam APBN 2027 sebesar Rp 11,44 triliun tidak mengganggu kelancaran pangkalan distribusi serta keterjangkauan harga bagi masyarakat miskin. Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menilai, keputusan memangkas subsidi BBM dan LPG 3 kg menjadi Rp 261,50 triliun harus dibarengi dengan efisiensi operasional BUMN dan percepatan integrasi data penerima. Ia menambahkan, pemangkasan anggaran tersebut akhirnya menuntut BUMN penyalur untuk makin efisien dan akurat.
Subsidi Energi Turun Jadi Rp 261 T di APBN 2027, DPR Minta Pertamina Jaga Distribusi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Pemerintah dan BUMN penyalur energi, khususnya PT Pertamina (Persero), memastikannya pemangkasan anggaran subsidi energi dalam APBN 2027 sebesar Rp 11,44 triliun tidak mengganggu kelancaran pangkalan distribusi serta keterjangkauan harga bagi masyarakat miskin. Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menilai, keputusan memangkas subsidi BBM dan LPG 3 kg menjadi Rp 261,50 triliun harus dibarengi dengan efisiensi operasional BUMN dan percepatan integrasi data penerima. Ia menambahkan, pemangkasan anggaran tersebut akhirnya menuntut BUMN penyalur untuk makin efisien dan akurat.