Subsidi EV Mau Dihidupkan Lagi, Penjualan Motor Listrik Berpotensi Naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah untuk mengembalikan insentif motor listrik (EV) yang sebelumnya sempat dihapus pada awal 2026 dinilai berpotensi mendorong pembelian motor EV.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyebut bahwa tren penjualan motor listrik selama ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan insentif.

"Pada saat diberikan subsidi, penjualan motor listrik bisa meningkat hingga 50 persen (2024). Namun setelah dicabut, penjualan merosot tajam," ujarnya kepada Kontan, Kamis (30/4/26).


Artinya, insentif menjadi salah satu daya tarik yang memengaruhi masyarakat membeli motor listrik. Dengan begitu, jika insentif kembali diberlakukan, kemungkinan besar penjualan motor listrik pun akan ikut melonjak.

Baca Juga: Berbalik Positif, INPP Raup Pendapatan Rp 326,9 Miliar di Kuartal I-2026

Tidak hanya berdampak pada penjualan, kebijakan insentif juga diprediksi bisa membuka peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk masuk lebih dalam ke segmen motor listrik.

"Dengan penjualan yang meningkat, tentu peluang untuk melakukan penetrasi pembiayaan menjadi terbuka lebar," katanya.

Di sisi lain, insentif motor listrik juga akan berpengaruh terhadap pengurangan konsumsi Bahan Bahan Minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi.

Katanya, meski konsumsi per unit kendaraan roda dua relatif kecil, tetapi jumlah populasinya yang besar membuat total kebutuhan BBM tetap signifikan.

Oleh karena itu, kebijakan insentif terhadap motor EV kemudian dipandang sebagai salah satu langkah untuk mendorong transisi energi di sektor transportasi.

Meski demikian, Huda menilai insentif saja belum cukup, terutama karena dampaknya selama ini masih terkonsentrasi di kota besar.

Ia menekankan perlunya penguatan ekosistem kendaraan listrik di kota tier 2 hingga 4, termasuk penyediaan fasilitas swap dan pengisian baterai, agar permintaan dapat tumbuh lebih merata.

Sebagai informasi, Data Kementerian Perhubungan mencatat populasi kendaraan listrik di Indonesia sudah mencapai 342.118 unit, dengan sepeda motor listrik sebanyak 229.820 unit pada 2025

Baca Juga: Perkuat Portofolio Tambang, ABMM Siapkan Produksi Baru di Sumatra dan Kalimantan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News