JAKARTA. Kebijakan subsidi pupuk selama ini dinilai tidak tepat sasaran dan rawan menjadi ladang korupsi. Penyaluran pupuk menjadi tidak efisien dan menjadi celah untuk dipermainkan agen atau tengkulak. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, agar tidak dipermainkan maka pihaknya mengusulkan agar kebijakan tersebut dihapus dan diganti dengan pembelian gabah petani yang layak. "Dalam praktiknya penyaluran pupuk subsidi tidak sampai ke petani," kata Puspayoga, Senin (15/2). Menurut Puspayoga, keinginan petani cukup sederhana yakni ketersediaan bibit dan pupuk saat musim tanam, serta jaminan harga yang baik ketika panen tiba. Sehingga meski ada subsidi pupuk, namun pada kenyataan di lapangan harga yang harus dibayarkan petani tetap tinggi.
Subsidi pupuk diusulkan dihapus
JAKARTA. Kebijakan subsidi pupuk selama ini dinilai tidak tepat sasaran dan rawan menjadi ladang korupsi. Penyaluran pupuk menjadi tidak efisien dan menjadi celah untuk dipermainkan agen atau tengkulak. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, agar tidak dipermainkan maka pihaknya mengusulkan agar kebijakan tersebut dihapus dan diganti dengan pembelian gabah petani yang layak. "Dalam praktiknya penyaluran pupuk subsidi tidak sampai ke petani," kata Puspayoga, Senin (15/2). Menurut Puspayoga, keinginan petani cukup sederhana yakni ketersediaan bibit dan pupuk saat musim tanam, serta jaminan harga yang baik ketika panen tiba. Sehingga meski ada subsidi pupuk, namun pada kenyataan di lapangan harga yang harus dibayarkan petani tetap tinggi.