Sucofindo Berencana Pinjam Dana Rp 200 Miliar untuk Akuisisi



JAKARTA. Rencana PT Sucofindo untuk mencari pendanaan lewat pasar modal kemungkinan besar akan tertunda. Kondisi pasar modal yang belum stabil membuat pemerintah mengurungkan niatnya untuk melaksanakan penawaran perdana atawa initial public offering (IPO). Padahal, dengan dana IPO tersebut perusahaan akan melancarkan akuisisi satu perusahaan yang juga bergerak di bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian. Nah, lantaran tertunda, perusahaan akan mencari pendanaan lain untuk melancarkan aksinya. "Karena IPO akan tertunda hingga 2010, perusahaan akan mencari pendanaan lewat pinjaman bank," tegas Direktur Utama PT Sucofindo Arif Safari. Menurut Arif, kajian pinjaman ini diharapkan rampung sebelum akhir tahun. Sehingga, Sucofindo akan melaksanakan akuisisi pada tahun depan. Yang pasti, untuk melancarkan aksinya tersebut Sucofindo membutuhkan dana sebesar Rp 200 miliar. Arif bilang, saat ini perusahaan sedang mengkaji beberapa perusahaan. "Total perusahaan yang sedang kita kaji ada sekitar lima perusahaan," katanya, tanpa mau menyebutkan identitas kelima perusahaan tersebut. Akuisisi ini dilangsungkan untuk meningkatkan pendapatan serta laba bersih perusahaan. Pasalnya, jika Sucofindo hanya mengandalkan pertumbuhan organik saja, maka pengembangan perusahaan akan berjalan lambat. "Saat ini sudah ada 200 perusahaan sejenis. Kalau hanya mengandalkan pertumbuhan organik, maka akan sulit bersaing," tandasnya. Asal tahu saja, sebelumnya PT Sucofindo berniat untuk IPO pada tahun ini atau selambat-lambatnya pada 2009. Alasan ini didasarkan pada surat Menteri Keuangan yang telah diterima Sucofindo pada 2007. Namun, lantaran kondisi pasar modal Indonesia terimbas krisis Amerika, maka ia menunda rencana tersebut. Pengembangan perusahaan yang akan dilakukan Sucofindo tentu bukan hanya secara non-organik. Ia juga masih mengharapkan tumbuh secara organik. Buktinya, perusahaan berniat mengembangkan strategi bisnisnya ke pasar Asean. "Awal tahun depan akan kita putuskan," paparnya.Arif juga mengatakan, tahun ini, Sucofindo berjanji akan mampu membukukan penjualan sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara, untuk laba sesudah pajak, perusahaan menargetkan sebesar Rp 59 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News