KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sucofindo (Persero) menggandeng PT Noovoleum Indonesia Investama untuk memperluas pengelolaan minyak jelantah melalui penyediaan fasilitas UCOllect Box di Graha Sucofindo, Jakarta. Inisiatif yang diluncurkan dalam rangka HUT ke-70 Sucofindo ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk mendukung ekonomi sirkular. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendorong masyarakat, khususnya pegawai Sucofindo, mengelola minyak jelantah secara bertanggung jawab agar tidak mencemari lingkungan.
Baca Juga: Revisi Perpres Impor Minyak Mentah Beres, Kementerian ESDM: Tekankan Keterlibatan BLU Minyak bekas pakai itu juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku energi alternatif yang memiliki nilai tambah. Direktur Sumber Daya Manusia Sucofindo Budi Utomo mengatakan, program TJSL perusahaan dapat menjadi pendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan limbah rumah tangga. “Melalui kehadiran UCOllect Box, kami ingin mendorong kesadaran bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di sekitar kita. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga menginspirasi insan Sucofindo untuk menerapkan kebiasaan serupa di rumah dan membagikan manfaatnya kepada masyarakat,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026). Kepala Unit TJSL Sucofindo Nuri Hidayat menambahkan, penyediaan fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman pegawai mengenai pengelolaan limbah yang tepat.
Baca Juga: Wamen ESDM: Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,8% Perusahaan juga mendorong agar pemanfaatan UCOllect Box berkembang menjadi kebiasaan yang mendukung penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau
environmental, social, and governance (ESG). Sementara itu, CEO Noovoleum Indonesia Investama Karl Philippe Emmanuel Galarneau Micone menyebut kolaborasi ini sebagai salah satu bentuk sinergi antara perusahaan dan inovator untuk memperluas praktik pengelolaan minyak jelantah yang berkelanjutan. Menurut dia, UCOllect Box dikembangkan dan diproduksi di Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus menunjukkan potensi inovasi dalam negeri dalam mendukung pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Peresmian fasilitas ditandai dengan penyetoran minyak jelantah perdana oleh perwakilan manajemen kedua perusahaan. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan mesin dan sosialisasi aplikasi UCOllect, termasuk tata cara penyetoran serta pencatatan aktivitas melalui aplikasi.
Baca Juga: Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini (24/10), Segini Volumenya Selain menjalankan program TJSL, SUCOFINDO menyediakan layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau
testing, inspection, and certification (TIC) yang berkaitan dengan aspek keberlanjutan. Layanan tersebut mencakup konsultasi keberlanjutan, pemantauan lingkungan, verifikasi emisi gas rumah kaca, serta audit dan sertifikasi sistem manajemen lingkungan. Melalui kolaborasi pengelolaan minyak jelantah dan layanan TIC, SUCOFINDO berupaya mendorong penerapan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab serta mendukung pengembangan ekonomi sirkular. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News