Jakarta. Sudah saatnya pemerintah menetapkan target penerimaan pajak yang lebih realistis. Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2016 baru saja disahkan akhir Juni lalu. Kenyataannya, risiko yang menghambat target penerimaan pajak dalam APBN-P 2016 memang cukup besar. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, target penerimaan pajak sebesar Rp 1,35 triliun memang sulit dicapai. Menurut David, variabel yang akan menentukan pencapaian itu cukup kompleks. Selain keberhasilan program pengampunan pajak atau tax amnesty, hal lainnya adalah penguatan rupiah, pertumbuhan ekonomi serta harga komoditas yang masih rendah.
Sudah direvisi, pakar ragu target APBNP tercapai
Jakarta. Sudah saatnya pemerintah menetapkan target penerimaan pajak yang lebih realistis. Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2016 baru saja disahkan akhir Juni lalu. Kenyataannya, risiko yang menghambat target penerimaan pajak dalam APBN-P 2016 memang cukup besar. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, target penerimaan pajak sebesar Rp 1,35 triliun memang sulit dicapai. Menurut David, variabel yang akan menentukan pencapaian itu cukup kompleks. Selain keberhasilan program pengampunan pajak atau tax amnesty, hal lainnya adalah penguatan rupiah, pertumbuhan ekonomi serta harga komoditas yang masih rendah.