KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) belum terbendung pada awal perdagangan hari ini. Kamis (15/1/2026) pukul 09.08 WIB, IHSG menguat 46,831 poin atau 0,52% ke 9.079,415. Penguatan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang melonjak 1,66% di pagi ini. Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai secara teknikal IHSG telah mengakhiri fase koreksi dan menjadikan level 9.000 sebagai area support baru. Seiring pencapaian rekor tertinggi sepanjang masa (
all time high), IHSG saat ini belum memiliki area resistance terdekat.
Menjelang penutupan pekan yang lebih singkat akibat libur panjang, William memproyeksikan pergerakan IHSG cenderung bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, selama indeks mampu bertahan di atas level 9.000 sebagai support baru.
Baca Juga: Saham Melesat Ratusan Persen, Simak Rekomendasi Saham Indospring (INDS) "Kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 9.000 – 9.100," kata William dalam risetnya, Rabu (15/1/2026). Sementara itu, Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai target minimal IHSG di level 9.032 telah tercapai. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area 9.077 hingga 9.100. "Level support IHSG berada di 8.908 dan 8.852, sementara area resistance berada di kisaran 9.077 dan 9.012," tambah Herditya. Di sisi lain, Analis Mirae Asset Sekuritas, Tasrul Tanar, menilai bahwa momentum penguatan IHSG saat ini sudah berada di area overbought sehingga rawan terjadi aksi ambil untung. IHSG terakhir ditutup di level 9.033 dan masih mempertahankan tren naik jangka pendek. Konsistensi tren dinilai masih kuat, tercermin dari r-squared sebesar 0,926 dan slope positif di level 11,74. Level krusial berada di 8.875 sebagai batas utama validitas tren. "Selama IHSG bertahan di atas level tersebut, momen bullish masih terjaga," terang Tasrul dalam risetnya, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: IHSG Tembus ke 9.079,4: Sektor Konsumer Non-Primer Pimpin Reli Pagi Ini (15/1) Tasrul memetakan support terdekat di level 8.950 dan 8.900, sementara resistance berada di area 9.075 dan 9.125. Sejumlah indikator teknikal seperti MACD yang mulai melandai, MFI dan RSI yang berada di area jenuh beli, mengindikasikan potensi koreksi sehat dalam jangka pendek.
Meski demikian, momentum positif masih dominan seiring volume perdagangan yang berada di atas rata-rata, menandakan partisipasi pasar tetap solid. Selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.875, skenario utama masih mengarah pada tren bullish dengan peluang konsolidasi yang sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News