Sudah tertekan 0,24%, IHSG diproyeksi melanjutkan pelemahan hari ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (7/9). IHSG ditutup melemah 14,53 poin atau 0,24% ke level 6.112,4.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pelemahan paling dalam dialami oleh sektor teknologi hingga 2,35%. Setelahnya disusul sektor bahan baku dan sektor industrial yang melorot masing-masing 1,82% dan 1,04%.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mencermati, pelemahan IHSG diperberat oleh pelemahan harga komoditas dan perpanjangan PPKM di dalam negeri. Padahal, data perekonomian yang dirilis rata-rata cukup baik dan di atas ekspektasi.


Pergerakan IHSG diproyeksi masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini Rabu (8/9). IHSG akan bergerak dengan level support 6.093 hingga 6.074 dan resistance di 6.138 hingga 6.164.

Baca Juga: Bursa Asia tergelincir, Jepang merevisi naik perkiraan PDB kuartal kedua

"Secara indicator stochastic saat ini bergerak mendekati area overbought sehingga rentang penguatan sudah terbatas dan ada potensi untuk terkoreksi dalam jangka pendek," jelasnya dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Selasa (7/9).

Pergerakan akan cenderung minim sentimen dari data perekonomian. Investor juga masih akan mengantisipasi kelanjutan akan rencana Tapering The Fed.

Sementara itu, Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Dimas Wahyu Putra mengungkapkan, IHSG terlihat mulai melakukan aksi profit taking setelah penguatan yang terjadi pekan lalu.

Adapun dari global, Wall Street ditutup mixed pada perdagangan kemarin, dengan pelemahan pada Dow Jones dan S&P 500, sementara Nasdaq menguat tipis.

Sepengamatannya, kekhawatiran mengenai melambatnya pemulihan ekonomi memicu investor untuk kembali melakukan rotasi ke saham-saham teknologi. Di sisi lain, Morgan Stanley menurunkan rating terhadap pasar saham AS menjadi underweight.

"Untuk hari ini, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penurunan dengan rentang pergerakan di 6.050 hingga 6.169," ungkapnya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Rabu (8/9).

Baca Juga: Ada empat emiten baru di BEI dalam sepekan, begini rekomendasi analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto