Sudah Tidak Rugi, Boeing Mencatatkan Laba Bersih US$ 8,22 miliar di Kuartal IV-2025



KONTAN.CO.ID - SEATTLE. Boeing mencatatkan kinerja positif di kuartal empat 2025. Dalam laporan keuangan yang diumumkan Selasa (27/1/2026), produsen pesawat terbang ini mengumumkan laba bersih sebesar US$ 8,22 miliar, atau US$ 10,23 per saham di kuartal yang berakhir Desember 2025.

Realisasi di periode tersebut jauh lebih positif dibanding realisasi di periode yang sama setahun sebelumnya. Di kuartal akhir 2024, Boeing masih mencatatkan kerugian sebesar US$ 3,86 miliar, atau US$ 5,46 per saham.

Reuters melaporkan, realisasi laba pada kuartal keempat tersebut didorong oleh penjualan penyedia layanan perangkat lunak navigasinya, serta peningkatan produksi jet dan pengiriman yang lebih kuat.


Baca Juga: Boeing Raih Kontrak US$8,6 Miliar untuk Program Jet Tempur F-15 Israel

Pendapatan Boeing pada kuartal keempat meningkat 57% menjadi US$ 23,95 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan konsensus proyeksi analis sekitar US$ 22,6 miliar.

Boeing juga mencatatkan pendapatan sebesar US$ 565 juta pada program pesawat tanker pengisian bahan bakar udara KC-46. Ini disebabkan perkiraan biaya dukungan produksi dan rantai pasokan yang lebih tinggi.

Meskipun peningkatan laba disebabkan oleh penjualan unit tersebut, Boeing terus meningkatkan produksi dua pesawat jet paling populernya, yakni 737 MAX dan 787.

Baca Juga: Logindo Samudramakmur (LEAD) Catat Laba Bersih US$ 168.929 pada Semester I-2025

Boeing mengakhiri 2025 dengan memproduksi sebanyak 42 pesawat 737 MAX per bulan dan sedang dalam proses meningkatkan tingkat produksi 787 menjadi delapan unit per bulan.

Meskipun ada peningkatan produksi, unit pesawat komersial Boeing mencatatkan kerugian kuartalan sebesar US$ 632 juta. Unit pertahanan dan ruang angkasa Boeing mengalami kerugian sebesar US$ 507 juta.

Hasil kinerja kuartalan tersebut sudah memperhitungkan penjualan Jeppesen kepada Thoma Bravo seharga US$ 10,6 miliar secara tunai dan akuisisi kembali Spirit AeroSystems seharga US$ 4,7 miliar dalam bentuk saham.

Baca Juga: Saham Asuransi Kesehatan Anjlok Usai Pemerintahan Trump Usulkan Kenaikan Tarif

Boeing melunasi utang Spirit lebih dari US$ 3 miliar, menghasilkan keuntungan bersih sekitar US$ 7,6 miliar. Di seluruh program jet, perusahaan mengirimkan 600 pesawat penumpang tahun lalu, jumlah terbanyak sejak 2018.

"Dengan kemajuan datanglah harapan, dan pelanggan serta pemangku kepentingan kami akan mengharapkan lebih banyak dari kami tahun ini," kata CEO Boeing Kelly Ortberg dalam memo kepada karyawan, Selasa (27/1/2026), seperti dikutip Reuters.

Ortberg mengatakan, Boeing perlu mensertifikasi 737-7, 737-10, dan 777X, serta membuat kemajuan pada program pertahanan dan ruang angkasa berbiaya tetap yang tertunda dan telah merugikan Boeing miliaran dolar.

Selanjutnya: Rupiah Bergerak di Bawah Rp 17.000, Ini Landasan Fundamental Tetap Stabil

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026: 3 Ganda Indonesia ke 16 Besar, Segel 1 Tiket 8 Besar