Sudaryono Siap Benahi Tata Kelola BGN



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, menyatakan akan memprioritaskan pembenahan tata kelola lembaga dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah resmi menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Sudaryono mengatakan dirinya baru mendapat informasi mengenai penunjukan tersebut pada Selasa (21/7) malam. Keesokan paginya, ia menerima konfirmasi dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melantiknya sebagai Kepala BGN.

"Setelah Bu Nanik mengundurkan diri karena alasan kesehatan, kemudian saya dihubungi Mensesneg bahwa ada kemungkinan saya ditunjuk menggantikan Bu Nanik. Pagi tadi saya ditelepon Pak Seskab yang mengonfirmasi bahwa hari ini saya akan dilantik secara resmi," ujar Sudaryono usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Rabu (22/7).


Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Kuartal II-2026, BI Pastikan Cadev Kuat

Ia mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah mendengarkan hasil asesmen internal bersama jajaran pimpinan BGN. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan di BGN membutuhkan kerja sama seluruh tim, bukan hanya bergantung pada pimpinan lembaga.

"Yang paling harus saya dengar dulu adalah asesmen internal seperti apa. Ini kerja tim, tidak ada Superman, tapi yang ada Superteam," katanya.

Sudaryono mengakui masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk adanya pelanggaran yang telah terungkap. Karena itu, ia membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan guna memperbaiki tata kelola BGN.

"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan itu. Sehingga kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak, termasuk salah satunya dari Bu Nanik," ujarnya.

Ia menilai pengalaman Nanik, baik saat menjabat sebagai Wakil Kepala maupun Kepala BGN, tetap dibutuhkan dalam proses pembenahan lembaga. Menurut Sudaryono, koordinasi dengan mantan pimpinan BGN tersebut akan tetap dilakukan apabila diperlukan.

Di sisi lain, Sudaryono memastikan tidak lagi merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian. Ia mengatakan posisi tersebut kini menjadi kosong, sementara penunjukan penggantinya sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden.

"Posisi Wamentan saat ini saya tinggalkan, artinya kosong. Jadi bukan kemudian saya merangkap jabatan. Kemudian gantinya siapa, tentu saja itu hak prerogatif Presiden," katanya.

Sudaryono menambahkan koordinasi antara BGN dan Kementerian Pertanian akan tetap berjalan mengingat kedua institusi selama ini saling mendukung pelaksanaan Program MBG, khususnya dalam penyediaan bahan pangan.

Menurut dia, program MBG telah menciptakan permintaan yang besar terhadap komoditas pangan sehingga dapat menjadi pasar baru bagi hasil produksi petani dan peternak. Fokus pemerintah saat ini, lanjutnya, adalah menyelesaikan berbagai kendala yang muncul agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik.

Baca Juga: BI Perluas Insentif Investasi Portofolio Asing demi Perkuat Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News