Sukmawati tak akan cabut laporan terhadap Rizieq



BANDUNG. Pelapor kasus penistaan Pancasila yang diduga dilakukan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sukmawati Soekarnoputri mendatangi Polda Jabar. Kedatangannya untuk mengecek perkembangan kasus yang ditangani Polda Jabar tersebut.

“Bersilaturahmi. Karena pelaporan saya dilimpahkan ke Polda Jabar,” ujarnya di Mapolda Jabar, Jumat (13/1).

Sukmawati yang ditemani tim pengacaranya menegaskan, akan meneruskan kasus tersebut. Hal itu menjawab pernyataan Rizieq yang meminta Sukmawati mencabut laporannya.


“Tidak mungkin seorang Sukmawati, putri seorang proklamator, saya putri pahlawan nasional yang kami semua hormati, untuk mencabut laporan dan meminta maaf pada suatu kelakuan yang keliru,” katanya.

Sukmawati malah meminta Rizieq untuk meminta maaf. “Saya malah justru menganjurkan dia (Rizieq) yang harus minta maaf. Bukan hanya kepada keluarga proklamator tapi juga pada keluarga kaum nasionalis bangsa Indonesia,” tuturnya.

“Ia juga (harus minta maaf) kepada orang-orang yang sudah disakiti dengan kata-katanya yang tidak berakhlak, sangat kasar. Saya tidak pernah mendengar ada ulama yang demikian,” ungkapnya.

Sukmawati mengaku kecewa dengan ucapan Rizieq seusai pemeriksaannya sebagai saksi di Polda Jabar, kemarin. Ia menonton apa yang disampaikan Rizieq di televisi. “Saya kecewa sekali. Dia bicaranya kok tidak jantan, tidak fair sebagai seorang ulama. Karena mengatakan saya harus cabut laporan dan minta maaf,” tuturnya.

Ketika ditanya tentang renzana Rizieq untuk melaporkan balik dirinya, Sukmawati mengaku siap. “Saya siap. Seharusnya dia yang minta maaf, kalau dia laki-laki jantan dan fair,” tuturnya.

Sebelumnya, Rizieq Shihab menuding Sukmawati telah memotong dan mengedit video ceramahnya tentang sejarah Pancasila yang juga merupakan bagian dari tesisnya sebagai syarat lulus program pascasarjana di Universitas Malaya.

"Kami akan melaporkan Sukmawati balik karena yang namanya Sukmawati ini telah melakukan pencemaran nama baik," ujar Rizieq, kemarin.

(Reni Susanti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini