Setelah lulus kuliah, Steve Bisciotti bekeja di agensi kepegawaian. Dari sinilah nasibnya menjadi miliarder mulai terjadi. Bersama sepupunya, Steve yang kala itu masih berumur 23 tahun membangun bisnis ketenagakerjaan. Pelan-pelan bisnisnya kian menggurita. Jika awalnya cuma di bidang industri dan kedirgantaraan, Steve terus mencari bidang pekerjaan lain. Perusahaannyapun kian bertambah dan ia mendirikan induk perusahaan untuk lini bisnisnya. Masa muda pemilik klub American Football, Baltimore Ravens Steve Bisciotti banyak dihabiskan di daerah sub-urban Baltimore, Amerika Serikat (AS). Banyak orang tidak menyangka Stve kini bisa masuk dalam daftar 500 orang terkaya di dunia. Steve Bisciotti, anak ketiga dari tiga bersaudara ini malahan sempat bercita-cita ingin menjadi tentara. Ia sempat menempuh pendidikan di Severn School, sebuah sekolah persiapan untuk masuk Akademi Angkatan Laut AS.
Sukses membangun kerajaan bisnis ketenagakerjaan di berbagai bidang (2)
Setelah lulus kuliah, Steve Bisciotti bekeja di agensi kepegawaian. Dari sinilah nasibnya menjadi miliarder mulai terjadi. Bersama sepupunya, Steve yang kala itu masih berumur 23 tahun membangun bisnis ketenagakerjaan. Pelan-pelan bisnisnya kian menggurita. Jika awalnya cuma di bidang industri dan kedirgantaraan, Steve terus mencari bidang pekerjaan lain. Perusahaannyapun kian bertambah dan ia mendirikan induk perusahaan untuk lini bisnisnya. Masa muda pemilik klub American Football, Baltimore Ravens Steve Bisciotti banyak dihabiskan di daerah sub-urban Baltimore, Amerika Serikat (AS). Banyak orang tidak menyangka Stve kini bisa masuk dalam daftar 500 orang terkaya di dunia. Steve Bisciotti, anak ketiga dari tiga bersaudara ini malahan sempat bercita-cita ingin menjadi tentara. Ia sempat menempuh pendidikan di Severn School, sebuah sekolah persiapan untuk masuk Akademi Angkatan Laut AS.