Suku bunga acuan berubah, harga obligasi turun



Jakarta. Pemberlakuan suku bunga Bank Indonesia 7 days reserve repo belum sanggup mengangkat harga obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Senin (22/8) tercatat minus 0,282 poin atau minus 0,23% ke level 214.422.

Tekanan disumbang oleh turunnya INDOBeX Goverment Total return 0,303 poin atau minus 0,14%. Demikian juga dengan INDOBeX Corporate Total Return yang minus 0,093 poin atau minus 0,04%.

Analis MNC Securities I Made Ade Saputra menerangkan, perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak akan berdampak langsung terhadap pasar surat utang pascapenerapan pada Jumat (19/8). Pasalnya, penggunaan 7 days reserve repo telah disosialisasikan sejak April 2016 lalu.


Menurut dia, perubahan suku bunga acuan tersebut akan berdampak jangka panjang terhadap pasar obligasi. "Perubahan dilakukan untuk pendalaman instrumen moneter dimana diharapkan bunga pasar uang bisa turun sehingga berdampak positif terhadap pasar obligasi," ujar Made.

Analisis Head of Fixed Income Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus, bilang, tekanan pasar obligasi telah terjadi sejak dua pekan terakhir akibat minimnya sentimen. Penyebabnya, pernyataan wakil gubernur The Fed bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) mulai positif sehingga memicu kenaikan dollar AS serta imbal hasil US treasury pada perdagangan Jumat (19/8) malam. "Perubahan suku bunga acuan mungkin memberikan tekanan, tapi tidak besar karena hanya lebih kepada penyesuaian," tutur Nico.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto