KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang cenderung menurun membuka peluang positif bagi kinerja reksadana pada 2026, terutama untuk produk berbasis obligasi dan saham. Berdasarkan data Infovesta, per Desember 2025, reksadana saham mencatat return 20,48% year-to-date (YtD), diikuti reksadana campuran yang membukukan return 14,92% YtD, reksadana pendapatan tetap 7,17% YtD, serta reksadana pasar uang 4,73% YtD. Memasuki 2026, prospek reksadana dinilai masih cukup menjanjikan seiring arah kebijakan moneter yang lebih longgar. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi menilai penurunan suku bunga acuan berpotensi menjadi katalis bagi pasar keuangan.
Suku Bunga BI Turun, Reksadana Obligasi dan Saham Berpeluang Moncer pada 2026
KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang cenderung menurun membuka peluang positif bagi kinerja reksadana pada 2026, terutama untuk produk berbasis obligasi dan saham. Berdasarkan data Infovesta, per Desember 2025, reksadana saham mencatat return 20,48% year-to-date (YtD), diikuti reksadana campuran yang membukukan return 14,92% YtD, reksadana pendapatan tetap 7,17% YtD, serta reksadana pasar uang 4,73% YtD. Memasuki 2026, prospek reksadana dinilai masih cukup menjanjikan seiring arah kebijakan moneter yang lebih longgar. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi menilai penurunan suku bunga acuan berpotensi menjadi katalis bagi pasar keuangan.