KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25% mendorong kenaikan biaya dana (cost of fund) industri pergadaian. Meski demikian, perusahaan menyebut permintaan gadai masih tetap kuat di tengah pengetatan likuiditas perbankan. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, hingga saat ini kinerja bisnis perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal itu tercermin dari outstanding loan (OSL) yang tetap berada pada jalur pertumbuhan sesuai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. “Secara umum, kenaikan suku bunga acuan memberikan tantangan sekaligus peluang bagi bisnis pergadaian. Di satu sisi, biaya dana mengalami tekanan, namun di sisi lain produk gadai tetap menjadi instrumen likuiditas pilihan masyarakat di tengah pengetatan kredit perbankan,” ujar Ferdian kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).
Suku Bunga Naik, Pegadaian Optimistis Bisnis Tumbuh pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25% mendorong kenaikan biaya dana (cost of fund) industri pergadaian. Meski demikian, perusahaan menyebut permintaan gadai masih tetap kuat di tengah pengetatan likuiditas perbankan. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, hingga saat ini kinerja bisnis perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal itu tercermin dari outstanding loan (OSL) yang tetap berada pada jalur pertumbuhan sesuai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. “Secara umum, kenaikan suku bunga acuan memberikan tantangan sekaligus peluang bagi bisnis pergadaian. Di satu sisi, biaya dana mengalami tekanan, namun di sisi lain produk gadai tetap menjadi instrumen likuiditas pilihan masyarakat di tengah pengetatan kredit perbankan,” ujar Ferdian kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).