Suku Bunga Rendah dan Pasar yang Volatil di Kuartal I Tekan Imbal Hasil Dapen BCA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja hasil investasi industri dana pensiun pada kuartal I-2026 mengalami tekanan seiring tren penurunan suku bunga dan kondisi pasar keuangan yang masih volatil.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat return on investment (ROI) industri dana pensiun per Maret 2026 hanya sebesar 0,02%, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 0,70%.

Salah satu perusahaan dana pensiun, Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan, ROI Dana Pensiun BCA secara year to date (ytd) kuartal I-2026 tercatat sebesar 0,5%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,02%.


Baca Juga: BI Rate Naik, Bank Mulai Andalkan Fee-Based Income untuk Jaga Profit

“ROI kuartal I-2026 tercatat sebesar 0,5% secara year to date, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,02%. Kondisi tersebut relatif sejalan dengan tren industri dana pensiun secara umum,” ujar Budi kepada Kontan, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, penurunan suku bunga acuan dalam beberapa periode terakhir berdampak pada turunnya imbal hasil instrumen pasar uang dan pendapatan tetap. Hal itu turut menekan kinerja investasi dana pensiun.

Selain itu, kondisi pasar keuangan yang masih cenderung volatil juga mempengaruhi performa sejumlah instrumen investasi di pasar modal.

“Penurunan ROI terutama dipengaruhi oleh kondisi suku bunga yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga berdampak pada penurunan imbal hasil instrumen pendapatan tetap dan penempatan deposito,” katanya.

Budi menilai, apabila tren pasar dan kondisi suku bunga tidak banyak berubah hingga akhir tahun, maka terdapat kemungkinan ROI tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati demikian, Dana Pensiun BCA tetap melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi investasi secara berkala guna menjaga optimalisasi hasil investasi.

Adapun dari sisi alokasi investasi, perusahaan tetap melakukan penyesuaian secara prudent dan terukur sesuai kondisi pasar, profil risiko, serta ketentuan regulasi yang berlaku.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha Koperasi LKM Agribisnis Sendang Mulyo

“Fokus pengelolaan investasi tetap diarahkan pada upaya menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi dan pengelolaan risiko,” ungkapnya.

Ke depan, Dana Pensiun BCA akan mengoptimalkan kinerja investasi melalui diversifikasi portofolio, pemantauan kondisi pasar secara aktif, penyesuaian strategi investasi sesuai perkembangan ekonomi dan suku bunga, serta penguatan penerapan manajemen risiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News