KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai gejolak geopolitik global, terutama di Timur Tengah, masih menjadi risiko utama bagi stabilitas pasar keuangan domestik. Untuk meredam tekanan terhadap rupiah, bank sentral menyesuaikan struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, langkah tersebut ditempuh agar aset keuangan domestik tetap kompetitif di tengah meningkatnya ketidakpastian global. “Strategi ini dilakukan untuk menjaga daya tarik aset domestik dan mendukung stabilitas nilai tukar,” ujar Perry dalam pertemuan dengan investor di Singapura, dikutip Minggu (3/5). Perry menjelaskan, BI kini mengandalkan bauran kebijakan moneter terintegrasi yang mencakup tiga instrumen utama, yakni suku bunga acuan untuk menjaga inflasi dan rupiah, intervensi di pasar valas untuk menahan volatilitas kurs, serta pengelolaan likuiditas guna memastikan kecukupan dana di sistem keuangan.
Suku Bunga SRBI Naik, Taktik BI Jaga Daya Tarik Aset Domestik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai gejolak geopolitik global, terutama di Timur Tengah, masih menjadi risiko utama bagi stabilitas pasar keuangan domestik. Untuk meredam tekanan terhadap rupiah, bank sentral menyesuaikan struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, langkah tersebut ditempuh agar aset keuangan domestik tetap kompetitif di tengah meningkatnya ketidakpastian global. “Strategi ini dilakukan untuk menjaga daya tarik aset domestik dan mendukung stabilitas nilai tukar,” ujar Perry dalam pertemuan dengan investor di Singapura, dikutip Minggu (3/5). Perry menjelaskan, BI kini mengandalkan bauran kebijakan moneter terintegrasi yang mencakup tiga instrumen utama, yakni suku bunga acuan untuk menjaga inflasi dan rupiah, intervensi di pasar valas untuk menahan volatilitas kurs, serta pengelolaan likuiditas guna memastikan kecukupan dana di sistem keuangan.
TAG: