Suku bunga sudah turun, arah IHSG selanjutnya menunggu kinerja emiten



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamis (18/7), Bank Indonesia (BI) mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis point. Hal ini disambut positif oleh investor dan pelaku pasar yang dibuktikan dengan mulai beranjaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke garis hijau pascapengumuman BI. Hari ini, IHSG menguat 8,68 poin atau 0,14% ke 6.403,29.

Menurut analis Binaartha Sekuiritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, pelaku pasar maupun investor sudah cukup puas dengan keputusan penurunan suku bunga BI sebesar 25 basis point. 

“Stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan memberikan efek positif bagi meningkatnya kepercayaan investor. Terbukti bahwa para pelaku investor sangat mengapresiasi kebijakan BI dalam menurunkan BI 7DRRR menjadi 25 bps,” tutur Nafan, Kamis (18/7).


Di sisi lain, menurut Kepala Riset Samuel Sekuiritas, Suria Dharma, penurunan suku bunga BI sebesar 25 basis point sudah diprediksi oleh investor. Sehingga kenaikan IHSG dan pergerakan harga saham tidak terlalu melonjak pada hari ini.

“Karena hanya 25 basis point jadi orang udah pada prediksi juga ya, jadi belum terlalu banyak pengaruh. Kalaupun pun ada pengaruhnya belum terlalu kuat,” kata Suria.

Suria melihat, masih ada kemungkinan BI akan kembali menurunkan suku bunga pada bulan-bulan ke depan sebanyak 2-3 kali lagi. Tidak tertutup pula kemungkinan BI akan menurunkan suku bunga kredit lebih tinggi dari target dan prediksi penurunan suku bunga The Fed yang berkisar antara 50-75 basis point.

Setelah diumumkannya penurunan suku bunga oleh BI, Suria menilai saat ini pasar mulai melihat earning result dari masing-masing emiten. Walaupun penurunan suku bunga menjadi sentimen positif yang mempengaruhi IHSG, kinerja emiten di kuartal kedua juga akan menjadi perhatian investor. Suria memprediksi, laporan keuangan emiten di kuartal kedua tidak akan lebih baik dari kuartal pertama.

Pascapenurunan suku bunga, Suria melihat emiten perbankan, properti, dan konstruksi akan menjadi emiten-emiten yang memiliki potensi untuk bertumbuh dengan baik di semester kedua ini. Apalagi jika ada penurunan suku bunga lagi hingga 50-75 basis point.

Menurut Nafan, investor harus mencermati kinerja fundamental emiten dan mencermati prospek dari emiten tersebut. “Cermati pergerakan harga saham, kondisi oversold, dan potensi terjadinya pembalikan tren harga ke arah yang positif (uptrend),” pungkas Nafan.

"Untuk efek suku bunga mungkin hanya akan sampai minggu ini saja, karena pasar sudah mengantisipasi penurunan suku bunga tersebut," ujar Analis Jasa Utama capital Sekuritas Chris Apriliony kepada Kontan, Kamis (18/7). Dia menambahkan, laporan keuangan kuartal dua justru lebih kuat menyangga IHSG agar tetap hijau.

Selain itu, IHSG hingga akhir tahun juga tidak terus-terusan bergantung pada pemangkasan suku bunga baik The Fed atau pun BI. Pasalnya, situasi global masih tak menentu. Selain itu, pasar masih akan mengamati pergerakan neraca perdagangan yang secara kumulatif masih mencatatkan defisit US$ 1,93 miliar. "Juga pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kinerja dari perusahaannya," jelas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati