Suku bunga tetap, ini saham bank pilihan analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) sekali lagi mempertahankan suku bunga acuan di 4,25%. Putusan yang diambil melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19 Oktober lalu tersebut kurang lebih sesuai dengan proyeksi pasar.

"Justru kalau dinaikkan atau diturunkan malah di luar ekspektasi kami," jelas Andy Ferdinand analis Samuel Sekuritas.

Menurutnya, kondisi perbankan saat ini sudah menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Begitupula nilai non performing loan (NPL) sudah mulai stabil dan biaya pencadangan lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, pertumbuhan yang diantisipasi oleh emiten perbankan sesuai dengan lajur yang mereka harapkan.


Ada potensi pertumbuhan layanan keuangan Indonesia yang belum mencapai angka maksimal. Tambah lagi saham emiten perbankan masih menarik karena termasuk dalam sektor yang seksi.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee juga melihat langkah BI mempertahankan suku bunga acuan merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, kurs rupiah terlihat mengalami penekanan terhadap dollar.

Buktinya dalam sebulan terakhir ini rupiah pada kurs tengah BI berada dalam momentum koreksi 0,13% menjadi Rp Rp 13.517 per dollar AS dari awal bulan Oktober di Rp 13.499 per dollar AS.

"Kebijakan mempertahankan suku bunga ini sudah bagus untuk melindungi nilai tukar," jelas Hans.

Berikutnya, Hans memperkirakan pasar akan menunggu penurunan suku bunga kredit dan menunggu kinerja laporan kinerja kuartal III yang mana emiten perbankan bakal melaporkan portofolio kinerja laba yang bagus.

Namun Hans melihat nilai saham perbankan yang sudah tinggi membuatnya memberikan saran hold untuk saham-saham sektor perbankan. "Kami melihat ada potensi koreksi," jelas Hans.

Hans memberikan rekomendasi BBRI hold di Rp 16.000 dan BBNI hold di Rp 7.600. Sedangkan Andy merekomendasikan BBTN buy Rp 3.300 dan BBNI buy Rp 8.400 per saham.

Dari saham-saham perbankan tersebut, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Taye Shim merekomendasikan BBCA dan BMRI sebagai saham pilihan dengan trading buy dan target harga BBCA di Rp 21.850, dan BMRI di Rp 7.770 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini