Suku Bunga The Fed Naik, Ini Prediksi Pergerakan Harga Komoditas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas kompak terkoreksi setelah mencapai rekor tertinggi. Mengutip Bloomberg, Rabu (16/3), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret di pasar Nymex berada di US$ 95,89 per barel. Harga tersebut turun 22% dari posisi harga tertinggi US$ 123,79 pada Selasa (8/3). 

Penurunan harga minyak juga menyeret turun komoditas lain di periode yang sama. Tercatat harga batubara kontrak pengiriman Maret di Ice Newcastle juga turun 20% dari harga tertingginya di US$ 440 per metrik ton menjadi US$ 351 per metrik ton. 

Harga CPO kontrak pengiriman Mei di Malaysia Derivative Exchange, turun 13,3% dari posisi tertinggi RM 7.074 per ton menjadi RM 6.132 per ton. Kompak harga emas spot juga terkoreksi 6,29% menjadi US$ 1.921 per ons troi dari posisi harga tertinggi di US$ 2.050 per ons troi. 


Baca Juga: Harga Komoditas Mulai Melandai, Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mengatakan aksi ambil untung atawa profit taking melanda pasar komoditas. Itu sebabnya harga kompak terkoreksi apalagi setelah level harga puncak tercapai. Selain itu, pelaku pasar melihat ada potensi ketegangan Rusia dan Ukraina mereda dengan adanya upaya dialog. 

Faktor lain yang menurunkan harga komoditas juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dari level 1,66% hingga menyeentuh level tertinggi di 2,17% per Rabu (16/3). 

"Kenaikan imbal hasil karena diuntungkan dari potensi naiknya tingkat suku bunga AS, sehingga lebih menguntungkan beli obligasi AS dan melepaskan aset beriisiko, termasuk komoditas," kata Nanang. 

Baca Juga: Utang Luar Negeri BUMN Turun Karena Faktor Musiman

Editor: Wahyu T.Rahmawati