Suku Bunga The Fed Tetap, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Kamis (15/6)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masih ada potensi pelemahan lanjutan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (15/6). Kemarin, IHSG ditutup melemah 0,29% atau turun 19,29 poin ke level 6.699,71 pada Rabu (14/6). 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG akan rawan mengalami koreksi dalam rentang 6.645 sampai 6.683. IHSG akan uji resistance di 6.744 dan support di 6.637. 

"Koreksi ini merupakan pullback setelah peningkatan yang cukup signifikan selama beberapa waktu lalu. Di sisi lain investor juga masih menanti akan hasil FOMC Meeting," ucap Herditya.


Sekadar informasi, Federal Reserve menahan suku bunga acuan pada rapat yang berakhir Rabu (14/6). Tetapi bank sentral Amerika Serikat (AS) ini memberikan sinyal kemungkinan kenaikan dua kali lagi hingga akhir 2023.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati secara teknikal IHSG sempat uji resistance di rentang 6.730 sampai 6.750 sebelum ditutup di kisaran 6700 pada perdagangan Rabu (14/5). 

Baca Juga: IHSG Melemah, Intip Rekomendasi Teknikal BBHI, GGRM, dan ANTM untuk Kamis (15/6)

"Terdapat potensi koreksi lanjutan ke kisaran 6.680. Jika koreksi berlanjut, waspadai potensi minor bullish reversal, mengingat IHSG berada pada overbought area," papar dia kepada Kontan, Rabu (14/6).

Kendati begitu, Valdy bilang pasar saham dalam negeri akan mendapatkan sentimen positif dari ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed untuk menjaga suku bunga acuan di level 5,25%. 

Hal itu menjadi katalis bagi saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, terutama perbankan. Adapun saham perbankan dengan kapitalisasi pasar jumbo sedang dalam fase konsolidasi. 

"Mayoritas saham perbankan dengan kapitalisasi besar sedang dalam fase konsolidasi dengan Stochastic RSI mengindikasikan kondisi oversold. Ini membuka peluang rally," jelas dia. 

Baca Juga: Wall Street Menguat, Pasar Makin Yakin The Fed Menahan Suku Bunga Acuan

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya menyebut pergerakan IHSG saat mengalami tekanan terbatas. Terlebih sentimen mendorong IHSG dari dalam negeri masih sangat minim. 

Namun William menilai momen tekanan ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk jangka pendek hingga panjang. Pasalnya, data Indeks Penjualan Riil (IPR) Indonesia pada Mei masih tumbuh 1,5% secara tahunan menjadi 234,2. 

Herditya menyebut saham PNLF, IMJS, dan MPMX bisa dicermati untuk perdagangan esok hari (15/6). Sementara top picks Phintraco Sekuritas jatuh pada BBCA, BBRI, TLKM, SMRA, dan ACES

Baca Juga: Fed Leaves Rates Steady, Sees Two Small Hikes by End of 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati