Sukuk ritel laris manis diserbu investor



JAKARTA. Sukuk ritel seri SR 007 laris manis. Baru seminggu ditawarkan, total pemesanan yang masuk telah mencapai 85,75% dari target indikatif pemerintah yang sebesar Rp 20 triliun.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Suminto mengatakan, total pemesanan hingga Jumat (27/2) mencapai Rp 17,15 triliun. Adapun jumlah investor yang memesan telah mencapai 24.755 orang.

Tingginya permintaan membuat sejumlah agen penjual bahkan mengalami kelebihan permintaan. PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, mengaku telah menjual habis jatah dari pemerintah. Kupon yang ditawarkan menjadi daya tarik nasabah Mandiri.


Alhasil, Mandiri berencana mengajukan tambahan kuota sukuk ritel kepada pemerintah. "Saat ini kami mengalami kelebihan permintaan sebesar Rp 450 miliar dari target kami, " ujar Senior Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri, Elina Wirjakusuma.

Kepala Divisi Wealth Management  PT Bank Tabungan Negara (BBTN) Dewi Fitrianingrum mengatakan pihaknya telah menjual sukuk ritel sekitar Rp 650 miliar.  Tahun ini,  BBTN menaikkan target penjualan sukuk ritel menjadi dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

"Masyarakat dan nasabah BTN sudah lebih mengenal produk ritel dan sangat merasakan keuntungannya sehingga kami yakin akan terserap," ujar Dewi.

Ini merupakan kali kedua BTN menjajakan sukuk ritel. Sebelumnya, Direktur BTN Irman A Zahiruddin mengatakan target penjualan sukuk ritel seri SR 006 tahun lalu mencapai Rp 350 miliar.

Menurut Dewi,  kenaikan target tersebut mempertimbangkan potensi nasabah BTN  dari 820 kantor BTN konvensional dan syariah yang tersebar di seluruh Indonesia. Pihaknya juga akan memanfaatkan sekitar 34 outlet BTN prioritas. "Di samping itu, semakin tinggi penjualan sukuk ritel, maka semakin besar pula fee based income yang diperoleh," tutur Dewi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tedy Gumilar