KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada 14 Maret 2019, penyanyi dan penulis lagu ternama asal Amerika Serikat Taylor Swift mengenakan "Mela Cape Playsuit" berwarna
orchid saat mendatangi acara bergengsi I Heart Radio. Pakaian
jumpsuit yang dipakai Swift bermerek Rosa Bloom, jenama yang memiliki spesialisasi baju dengan sentuhan tangan berupa
sequin. Pemilik CV Casa Annie, Komang Meilia In Diana mengungkapkan bahwa Rosa Bloom merupakan salah satu
customer besar CV Casa Annie dalam produksi sulaman tangan. Rosa Bloom sudah menjalin kerja sama dengan Casa Annie sejak 2010 hingga sekarang. Meilia bercerita, tim
stylish Taylor Swift memesan produk tersebut dari
website Rosa Bloom. "Dari banyaknya
brand yang ada, kami juga tidak mengetahui kenapa tim
stylish memilih
brand Rosa Bloom untuk digunakan di ajang bergengsi I Heart Radio 2019," kata Meilia kepada KONTAN, Jumat (2/1).
Tetapi, Meilia menyoroti bahwa dalam kampanye pemasarannya, Rosa Bloom selalu menceritakan produk tersebut dibuat di Bali dan dikerjakan ibu-ibu rumah tangga. "Kemungkinan cerita ini menarik bagi tim Taylor Swift hingga memutuskan memilih produk yang kami produksi melalui
brand Rosa Bloom," ujar Meilia. Sebelum produknya digunakan oleh Taylor Swift, Casa Annie merupakan usaha yang dirintis oleh Ketut Sunardiani, ibunda dari Meilia. Sunardiani merintis usaha tersebut sejak tahun 2008 silam, dan resmi menjadi CV Casa Annie pada 2016. Sunardiani memulai usahanya dengan jasa pemasangan sulaman tangan pada baju anak-anak yang diekspor ke Australia. Mendengar masukan dan kepuasan dari pelanggan, Sunardiani menggelar ekspansi bisnis. CV Casa Annie akhirnya memproduksi baju secara keseluruhan. Mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, pemeriksaan kualitas hingga siap kirim ke negara tujuan. "Dari tahun 2008, bisnis CV Casa Annie berkembang signifikan hingga bisa berbadan usaha dan masih bisa eksis memenuhi kebutuhan pelanggan sampai sekarang," imbuh Meilia. Namun perjalanan bisnis CV Casa Annie bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah dampak dari gejolak politik dan perekonomian global yang kerap membayangi aktivitas ekspor. Demi mendukung pengembangan usaha ekspornya, CV Casa Annie mendapatkan pendampingan dari Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). "Membantu kami dalam menunjang perluasan pasar dan kapasitas produksi," ujar Meilia. Pasar ekspor menjadi penopang bisnis CV Casa Annie dengan porsi sekitar 90%. Saat ini, pasar ekspor CV Casa Annie menyasar sejumlah negara, mulai dari Australia, New Zealand, Jepang, New Caledonia, Inggris, Prancis, Swiss, serta ke California. "Produk yang paling banyak untuk order yang berulang masih produk-produk dengan sentuhan sulaman tangan dan produk dengan bahan organik," ungkap Meilia. Dalam menjalankan bisnisnya, CV Casa Annie memiliki beberapa segmen usaha, antara lain: pertama,
full package production. CV Casa Annie menawarkan jasa untuk proses keseluruhan. Mulai dari pembelian bahan baku dan produksi hingga barang siap kirim dan siap dijual.
Kedua,
personal tailor. Tidak hanya
mass production, CV Casa Annie juga menawarkan jasa dalam pembuatan produk dengan permintaan khusus.
Ketiga,
retail & wholesale. Selain memproduksi produk-produk
brand lain, CV Casa Annie juga memiliki merek sendiri bernama Kominela yang dijual secara ritel dan dapat dijual dengan jumlah banyak.
Keempat,
fashion consultant. CV Casa Annie membuka kesempatan berkolaborasi dengan para desainer yang ingin membangun bisnis di bidang fesyen. Kelima,
online/offline fashion assistance. Segmen usaha ini untuk membantu
customer dalam menunjang bisnisnya, seperti kebutuhan
marketing atau hal-hal lain yang dibutuhkan desainer.
"Walaupun usaha di industri fesyen kerap terdampak isu-isu politik dan ekonomi global, tapi kami melihat 2026 sebagai tahun yang positif untuk memperluas pasar di beberapa negara," pungkas Meilia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News