JAKARTA. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan membuat pelaku usaha industri pembiayaan kesulitan menggantikan istilah “leasing” atau “kredit” dengan “pembiayaan.” Ini terjadi khususnya di segmen nasabah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Padahal, menurut Managing Director PT Bussan Auto Finance (BAF) Sigit Sembodo, mayoritas nasabah industri pembiayaan berasal dari segmen UMKM. Di BAF, misalnya, dari jumlah nasabah aktif sebanyak 1,1 juta, sebesar 35% di antaranya adalah pelaku UMKM. Lihat saja, dari sisi tingkat pendidikan, 53% nasabah perseroan merupakan lulusan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD dan SMP). Dari sisi pendapatan per bulan, sebanyak 46% nasabah tercatat mengantongi penghasilan kurang dari Rp 3 juta, 45% lainnya berkisar Rp 3 juta – Rp 5 juta.
Sulitnya memperkenalkan istilah "pembiayaan"
JAKARTA. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan membuat pelaku usaha industri pembiayaan kesulitan menggantikan istilah “leasing” atau “kredit” dengan “pembiayaan.” Ini terjadi khususnya di segmen nasabah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Padahal, menurut Managing Director PT Bussan Auto Finance (BAF) Sigit Sembodo, mayoritas nasabah industri pembiayaan berasal dari segmen UMKM. Di BAF, misalnya, dari jumlah nasabah aktif sebanyak 1,1 juta, sebesar 35% di antaranya adalah pelaku UMKM. Lihat saja, dari sisi tingkat pendidikan, 53% nasabah perseroan merupakan lulusan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD dan SMP). Dari sisi pendapatan per bulan, sebanyak 46% nasabah tercatat mengantongi penghasilan kurang dari Rp 3 juta, 45% lainnya berkisar Rp 3 juta – Rp 5 juta.