Sumatera Dilanda Banjir, Adira Finance Siapkan Strategi Hadapi Potensi Gagal Bayar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) tengah memantau potensi kenaikan risiko gagal bayar dari debitur di wilayah Sumatra setelah banjir melanda sejumlah daerah. 

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani, menyampaikan bahwa penyaluran pembiayaan di Sumatra hingga Oktober 2025 mencapai sekitar Rp 6,5 triliun atau sekitar 22% dari total pembiayaan perusahaan. 

"Saat ini perusahaan masih melakukan analisis untuk mengukur dampak banjir terhadap potensi peningkatan risiko gagal bayar," kata Gani kepada Kontan, Senin (1/12/2025).


Baca Juga: OJK Sambut Baik Usulan Program Pensiun untuk Atlet dan Pelatih, Ini Alasannya

Sebagai bentuk mitigasi, Gani bilang pihaknya telah menyiapkan penyesuaian strategi penagihan yang akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing debitur. Khususnya kepada debitur yang terdampak langsung agar risiko kredit bermasalah dapat ditekan.

"Penagihan yang akan diselaraskan dengan kondisi masing-masing debitur, khususnya mereka yang rumah atau tempat usahanya turut terdampak," tuturnya.

Adira Finance memastikan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas portofolio pembiayaan di Sumatra serta mencegah lonjakan kredit bermasalah. 

Baca Juga: Lakukan Transformasi Investasi, IFG Pastikan Keamanan Pemegang Polis

Selanjutnya: Trump Sudah Tentukan Calon Ketua The Fed Baru, Ini Kandidat Terkuatnya

Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart Periode 1-7 Desember 2025, Es Krim Wall’s Feast Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News