KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (
AMRT) menunjukkan ketahanan kinerja di tengah tekanan daya beli masyarakat sepanjang 2025 dan memasuki 2026. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, fundamental AMRT tetap solid ditopang oleh ekspansi gerai dan dominasi pangsa pasar di segmen minimarket. “Di tengah pergeseran dinamika ritel nasional, AMRT menunjukkan ketahanan fundamental yang kokoh dengan pangsa pasar grup dominan di angka 42,2%,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (5/6/2026).
Sepanjang tahun buku 2025, AMRT membukukan pendapatan sebesar Rp 126,74 triliun atau tumbuh 7,20% secara tahunan (YoY). Laba bersih juga meningkat 8,35% YoY menjadi Rp 3,41 triliun. Azis menilai pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi, terutama dengan pergeseran pembukaan gerai ke luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Laba Bersih Entitas Djarum, Sarana Menara (TOWR) Naik Double Digit di Kuartal I-2026 Per akhir 2025, AMRT telah mengoperasikan 24.434 gerai, dengan kontribusi gerai luar Jawa mencapai 36,6% dari total jaringan. “Pertumbuhan ini merefleksikan keberhasilan strategi perseroan dalam melebarkan jangkauan di luar area Jawa,” jelasnya. Dari sisi operasional, kinerja AMRT juga ditopang oleh jaringan logistik yang luas dengan 58 gudang yang tersebar secara strategis di berbagai wilayah Indonesia. Selain ekspansi fisik, kanal digital seperti Alfagift juga dinilai berpotensi memperkuat pertumbuhan ke depan, meski kontribusinya masih berkembang dibandingkan penjualan offline. Di tengah ekspansi tersebut, AMRT juga mampu menjaga profitabilitas. Hal ini tercermin dari margin laba kotor yang meningkat menjadi 21,90%. Dari sisi neraca, kondisi keuangan AMRT tergolong sangat sehat dengan rasio utang yang rendah. AMRT mencatat
debt to equity ratio (DER) sebesar 0,04 kali dan
net gearing ratio negatif di level -0,22 kali.
“Dengan posisi keuangan yang sangat sehat, AMRT memiliki ruang bermanuver yang aman untuk melanjutkan ekspansi,” tambahnya. Memasuki semester II-2026, Azis memproyeksikan kinerja AMRT tetap stabil, didorong oleh ekspansi gerai, penguatan distribusi, serta daya tahan segmen kebutuhan pokok yang menjadi kontributor utama penjualan. Meski demikian, ia mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati, terutama terkait pelemahan daya beli masyarakat yang dapat menekan pertumbuhan
same store sales growth (SSSG). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News