Sumber Global (SGER) Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp 92 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mengumumkan pelunasan salah satu surat utang atau obligasi yang jatuh tempo. 

Emiten yang bergerak di bidang perdagangan (trading) batubara ini telah melunasi Obligasi Tahap I Tahun 2024 Seri B dengan jumlah pokok Rp92 miliar. Adapun obligasi ini jatuh tempo pada Jumat, 10 Juli 2026.

“Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy, Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B sebesar Rp 92 miliar telah dilunasi sesuai dengan tanggal jatuh tempo,” kata Direktur Utama SGER Welly Thomas dalam siaran pers, Selasa (14/7). 


Baca Juga: Ekspansi ke Sumatera Selatan, CGAS Bangun CNG Station di Simpang Y, Ogan Ilir

Sebagai informasi, SGER menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2024 dengan pokok sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Obligasi ini terdiri dari dua seri yang dijaminkan dengan kesanggupan penuh atau full commitment. 

Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2024 dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 1 triliun.

Adapun sekitar 25% dana hasil penerbitan obligasi digunakan SGER untuk pelunasan penuh utang, sedangkan sekitar 75% sisanya digunakan untuk modal kerja.

Ke depan, SGER berencana untuk menerbitkan surat utang kembali. Biaya modal ini akan digunakan SGER untuk menggelar ekspansi, baik di sektor batubara maupun sektor non batubara.

“SGER atau anak usahanya, yakni PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) berencana menerbikan kembali bonds guna membiayai modal kerja,” ucap Welly. 

Per kuartal I-2026, SGER membukukan pendapatan Rp2,5 triliun atau naik 1,62% secara year-on-year, dimana sebanyak Rp1,75 triliun atau 70% merupakan pendapatan dari penjualan batubara.

Selain itu, SGER juga memperoleh pendapatan dari bisnis lainnya. Per Maret 2026, SGER membukukan pendapatan dari penjualan kokas minyak bumi senilai Rp 441 miliar, penjualan nikel sebesar Rp 138,74 miliar, pendapatan dari penjualan pasir dan kapur senilai Rp18,73 miliar, dan pendapatan dari produk kelapa sawit senilai Rp1,27 miliar.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,03% ke 6.039 pada Selasa (14/7), WIFI, UNTR, MEDC Top Gainers LQ45

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News