Sumber Mas Konstruksi (SMKM) Kejar Akuisisi Bisnis Udang, Ini Prospeknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) terus mengejar penyelesaian rencana akuisisi PanAsia Aquaculture Pte. Ltd. (PAA) dan LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LOH). Aksi korporasi ini dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi SMKM dengan mendorong diversifikasi bisnis ke sektor akuakultur. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), SMKM memperpanjang batas waktu penyelesaian akuisisi PAA hingga 30 Juni 2027. Perpanjangan tersebut dilakukan untuk memberikan waktu tambahan bagi proses restrukturisasi internal PAA. Per 1 Oktober 2026, entitas-entitas yang direstrukturisasi di bawah PAA masih menjalani proses audit dan penilaian oleh pihak independen. Sementara itu, proses audit dan penilaian independen untuk LOH juga masih berjalan.

Baca Juga: Harga Nikel Diprediksi Fluktuatif hingga Akhir 2026, Ini Pemicunya Analis bilang, rencana akuisisi tersebut memiliki prospek strategis bagi SMKM karena dapat memperluas bisnis perusahaan ke sektor akuakultur, khususnya budidaya udang. Senior Technical Analyst, M. Nafan Aji Gusta bilang, langkah tersebut mencerminkan komitmen SMKM untuk bertransisi dan memperkuat bisnis di ekosistem akuakultur regional. Meski demikian, investor perlu mencermati risiko eksekusi dan valuasi selama proses akuisisi berlangsung. “Nilai strategis akuisisi cukup besar, tetapi rerating SMKM akan sangat bergantung pada kualitas aset yang akhirnya dikonsolidasikan, kewajaran valuasi, struktur pendanaan, dan kemampuan menghasilkan arus kas setelah akuisisi,” ujar Nafan. Menurutnya, hasil audit dan penilaian independen masih dapat memengaruhi struktur aset maupun nilai transaksi. Investor juga perlu mencermati kebutuhan pendanaan dan potensi dilusi apabila aksi korporasi dilakukan untuk mendukung akuisisi. Senada, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama bilang, akuisisi PAA dan LOH berpotensi menjadi turning point bagi SMKM karena membuka peluang pertumbuhan melalui bisnis akuakultur. Namun, kontribusi terhadap pendapatan dan laba baru dapat dinilai setelah transaksi rampung.

 
SMKM Chart by TradingView

“Yang paling penting bukan hanya seberapa besar aset yang berhasil diakuisisi, tetapi bagaimana aset tersebut bisa menghasilkan revenue, EBITDA, dan cash flow secara berkelanjutan,” jelasnya. Ia menambahkan, sumber pendanaan, potensi dilusi, struktur transaksi, serta kecepatan integrasi bisnis akan menjadi faktor penting dalam menentukan dampak akuisisi terhadap fundamental SMKM.

Jika eksekusi berjalan baik, aksi tersebut dapat menjadi katalis pertumbuhan baru. Namun selama transaksi belum final, risiko eksekusi dan volatilitas saham masih perlu diperhatikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News