KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penurunan kinerja per semester I 2026. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), SMRA membukukan pendapatan neto sebesar Rp 4,25 triliun per 30 Juni 2026, turun 7,18% dari Rp 4,58 triliun pada periode sama tahun lalu. Segmen pengembangan properti menyumbang mayoritas sebesar Rp 2,55 triliun. Lalu, segmen properti investasi berkontribusi Rp 1,2 triliun dan segmen lain-lain Rp 493,67 miliar.
Beban pokok penjualan dan beban langsung turun dari Rp 2,28 triliun menjadi Rp2,12 triliun di akhir Juni 2026.
Baca Juga: Laba Bersih Pakuwon Jati (PWON) Turun 11,42% per Semester I 2026 Laba kotor menjadi Rp 2,13 triliun, turun 7,67% secara tahunan alias year on year (YoY). SMRA pun mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 332,38 miliar per semester I 2026, turun 33,98% YoY. Laba per saham dasar menjadi Rp 20,13 di akhir Juni 2026, turun dari sebelumnya Rp 30,50. Per 30 Juni 2026, SMRA punya total aset Rp 41,30 triliun. Ini naik dari Rp 38,34 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas perseroan sebesar Rp 24,91 triliun di akhir Juni 2026, naik dari Rp 22,33 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 16,39 triliun per akhir Juni 2026, naik dari Rp 16 triliun di akhir tahun 2025. SMRA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 4,83 triliun di akhir Juni 2026, naik dari Rp 3,74 triliun di periode sama tahun lalu.
Baca Juga: GOTO Cetak Laba Rp 607 Miliar, Gopay Jadi Motor Pertumbuhan Saat Komisi Ojol Naik Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News