Summarecon ingin bangun kawasan terpadu luar Jawa



JAKARTA. Tahun depan, PT Summarecon Agung Tbk bakal semakin getol mencari lahan di luar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Ini adalah strategi perusahaan properti itu menjawab ketersediaan lahan di Jabodetabek yang menipis dan makin mahal.

Pilihan lokasi yang kini mereka incar adalah sekitar Bandung dan Yogyakarta. Sementara bidikan lokasi luar Jawa adalah Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Jika bisa mendapat lahan di dalam kota, Summarecon ingin membangun kawasan terpadu (mixed-use). "Tapi kalau dapatnya lahan yang ada di pinggir kota dan lahannya cukup luas, kami akan bangun kota terpadu (township)," ujar Presiden Direktur Summarecon Johanes Mardjuki kepada, Rabu (3/12).


Untuk memuluskan rencana itu, perusahaan yang tercatat dengan kode saham SMRA di Bursa Efek Indonesia itu, telah menganggarkan dana investasi sebesar Rp 990 miliar. Dana investasi tersebut berasal dari penerbitan obligasi sebesar Rp 1,1 triliun pada tahun ini. 

Saat ini Summarecon masih memiliki cadangan lahan alias landbank sekitar 1.200 hektare (ha). Sebaran lokasinya ada di Bekasi Jawa Barat, Kelapa Gading Jakarta, Serpong Tangerang dan Bandung Jawa Barat.

Perusahaan itu mengincar pendapatan penjualan alias marketing sales sebesar Rp 4,5 triliun tahun depan. Hingga Oktober 2014, Summarecon mengaku telah berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 3,6 triliun.

Salah satu proyek yang ditargetkan akan menyumbang marketing sales adalah proyek Summarecon Bandung. Summarecon akan meluncurkan proyek ini tahun depan.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina