KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) mencatatkan kinerja positif pada awal tahun ini. Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan perusahaan mencatatkan pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 41% secara
Year on Year (YoY) pada kuartal I-2026. Kinerja positif juga tercermin dari laba bersih yang meningkat 236% secara YoY. Albertus menerangkan kinerja tersebut didukung oleh distribusi yang kuat baik dari kemitraan perbankan dan kanal keagenan. Dia bilang kinerja perusahaan itu juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat di tengah industri yang kian dinamis.
Baca Juga: Semua Saham Big Banks Melemah pada Perdagangan Pertama Senin (11/5/2026) "Kinerja itu mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dan menjadi tanggung jawab Sun Life Indonesia untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya saat konferensi pers di kawasan Jakarta Utara, Jumat (8/5/2026). Lebih lanjut, Albertus juga menyoroti fenomena meningkatnya risiko kesehatan dan tekanan biaya medis. Dia bilang inflasi biaya medis di Indonesia yang tercatat meningkat menjadi 19,8% pada 2025, memperbesar risiko finansial bagi keluarga ketika menghadapi kondisi kesehatan yang tidak terduga. "Dengan demikian, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan mengenai perlindungan yang tepat menjadi makin penting," tuturnya. Albertus juga mencermati bahwa tingkat penetrasi asuransi masih relatif rendah sejauh ini. Dia menuturkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih berada di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta hanya sekitar 6,6% populasi Indonesia yang memiliki asuransi jiwa. Dia menyebut hal itu menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki perlindungan yang memadai baik dari sisi akses, pemahaman, maupun kesesuaian produk dengan kebutuhan mereka. Menjawab kebutuhan tersebut, Sun Life Indonesia meluncurkan produk perlindungan kesehatan berbasis syariah, yakni SHIFA Signature. Dia bilang SHIFA Signature dirancang sebagai pelengkap perlindungan kesehatan keluarga, termasuk bagi nasabah yang sudah memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau perlindungan kesehatan dari kantor.
Baca Juga: BTN Ubah Mekanisme Penyampaian SP Cek dan Bilyet Giro Kosong Mulai 30 Juni 2026 Albertus menerangkan produk itu menyediakan manfaat rawat inap, pembedahan, rawat jalan yang terkait dengan rawat inap atau pembedahan termasuk robotic, dukungan layanan medis, layanan ambulan, vaksinasi tertentu, santunan meninggal dunia. Selain itu, terdapat manfaat tambahan seperti pengobatan tradisional China, telehealth, perawatan di rumah, pemeriksaan kesehatan untuk stroke, kanker dan coronary bypass surgery, serta perawatan kanker tertentu sesuai ketentuan polis. Albertus juga menyebut nasabah dapat memilih tujuh wilayah perlindungan, mulai dari Indonesia, Asia, Asia Plus, hingga Worldwide. Adapun manfaat kesehatan tahunan tersedia hingga Rp 15 miliar, dengan Limit Booster hingga Rp 35 miliar, fasilitas
cashless, dan No Claim Benefit berupa diskon kontribusi hingga 15% untuk kontribusi polis berikutnya apabila memenuhi ketentuan.
Baca Juga: Aturan Baru OJK Terkait Produk Investasi Syariah Terbit, Ini Kata Perbankan Syariah Dia mengatakan SHIFA Signature tersedia melalui kanal distribusi keagenan Sun Life Indonesia dan kemitraan perbankan, termasuk PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga), CIMB Niaga Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia. “Melalui SHIFA Signature, Sun Life menghadirkan perlindungan kesehatan berbasis syariah yang menyeluruh, tidak hanya melindungi kebutuhan perawatan yang umum, tetapi juga menjangkau solusi kesehatan modern dan pendekatan tradisional,” ungkap Albertus. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News