JAKARTA. Pemasaran asuransi melalui jalur distribusi alternatif atau non agen menyokong penjualan produk Sun Life Financial sebanyak 23%, atau Rp 60 miliar dari total penerimaan premi sebesar Rp 254 miliar pada Mei 2010 ini. “Tujuh tahun lalu, industri asuransi masih mengandalkan agen untuk pemasaran produk mereka. Tetapi sekarang ini, pemasaran produk asuransi melalui jalur distribusi alternatif semakin diminati,” ujar Kepala Pemasaran Jalur Distribusi Alternatif PT Sun Life Financial Indonesia Ramon Fernandez ditemui KONTAN, Kamis (1/7). Bahkan menurut pengamatan Ramon, 70% produk asuransi terjual melalui jalur distribusi alternatif. Konsep pemasaran yang dimaksud, yaitu melalui bancaasurance atau memasarkan produk asuransi yang dibundel dengan produk perbankan untuk dijual berbarengan, direct marketing, dan telemarketing.
Sun Life Fokus ke Jalur Penjualan Distribusi Alternatif
JAKARTA. Pemasaran asuransi melalui jalur distribusi alternatif atau non agen menyokong penjualan produk Sun Life Financial sebanyak 23%, atau Rp 60 miliar dari total penerimaan premi sebesar Rp 254 miliar pada Mei 2010 ini. “Tujuh tahun lalu, industri asuransi masih mengandalkan agen untuk pemasaran produk mereka. Tetapi sekarang ini, pemasaran produk asuransi melalui jalur distribusi alternatif semakin diminati,” ujar Kepala Pemasaran Jalur Distribusi Alternatif PT Sun Life Financial Indonesia Ramon Fernandez ditemui KONTAN, Kamis (1/7). Bahkan menurut pengamatan Ramon, 70% produk asuransi terjual melalui jalur distribusi alternatif. Konsep pemasaran yang dimaksud, yaitu melalui bancaasurance atau memasarkan produk asuransi yang dibundel dengan produk perbankan untuk dijual berbarengan, direct marketing, dan telemarketing.