KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sun Life Indonesia memperluas jaringan distribusi melalui pembukaan Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) Sun Billionaire di Menara Sun Life, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk perlindungan dan perencanaan keuangan, sekaligus memperkuat pendampingan melalui tenaga pemasar. KPM Sun Billionaire merupakan agency yang bergabung dengan Sun Life sejak awal 2026. Hingga Agustus 2026, agency tersebut telah didukung sekitar 52 tenaga pemasar yang mayoritas berusia di bawah 40 tahun dan memiliki latar belakang di sektor perbankan serta asuransi jiwa.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo mengatakan, penguatan akses dan pendampingan nasabah menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perencanaan keuangan. Menurutnya, kondisi ekonomi dan tekanan inflasi turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga kebutuhan terhadap perencanaan keuangan dan perlindungan menjadi semakin relevan.
Baca Juga: Sun Life Catatkan Kinerja Positif pada Kuartal I-2026, Premi Bisnis Baru Tumbuh 41% "Bagi Sun Life, kepercayaan nasabah adalah alasan kami terus berinovasi dan memperluas layanan. Temuan Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 menunjukkan bahwa 92% responden di Indonesia merasakan dampak inflasi, termasuk 46% yang menyatakan inflasi berdampak signifikan terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Albertus dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026). Ia menambahkan, perluasan akses layanan diharapkan dapat membuat masyarakat memperoleh pendampingan yang lebih dekat dalam menentukan kebutuhan perlindungan dan perencanaan keuangan. Pengembangan jaringan distribusi tersebut dilakukan di tengah tingkat inklusi keuangan nasional yang terus meningkat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 OJK dan BPS, indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51%, sedangkan indeks literasi keuangan berada di level 66,46%. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses masyarakat terhadap layanan keuangan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan. Bagi industri asuransi, kondisi ini menjadi ruang untuk memperkuat edukasi sekaligus pendampingan kepada calon maupun nasabah. Founder Sun Billionaire, Arif Triana Pamungkas mengatakan, kantor pemasaran baru tersebut akan digunakan sebagai pusat pengembangan tim sekaligus ruang bagi nasabah untuk mendapatkan pendampingan secara langsung.
Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha PT Sun Life Financial Syariah Indonesia "Kami ingin membangun agency yang tidak hanya tumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga mampu menjadi mitra yang dekat dan tepercaya bagi nasabah. Dengan dukungan Sun Life, kami berharap dapat membantu lebih banyak keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka," katanya. Secara keseluruhan, jaringan distribusi keagenan Sun Life Indonesia hingga 30 Juni 2026 didukung lebih dari 1.141 tenaga pemasar, dengan 27 Kantor Pemasaran Mandiri konvensional dan tujuh Kantor Pemasaran Mandiri syariah yang tersebar di Indonesia. Selain jalur keagenan, Sun Life Indonesia juga mengembangkan distribusi melalui bancassurance dan berbagai jalur distribusi lainnya untuk memperluas akses terhadap produk perlindungan dan pengelolaan kekayaan.
Dengan penambahan KPM Sun Billionaire, Sun Life menambah titik distribusi sekaligus kapasitas tenaga pemasar untuk menjangkau nasabah. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mengembangkan bisnis asuransi melalui perluasan akses dan penguatan hubungan langsung dengan nasabah.
Baca Juga: Sun Life Lakukan Pemisahan UUS dengan Cara Mendirikan Perusahaan Baru Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News