Sun Pharma Akuisisi Organon US$ 11,75 Miliar



KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Sun Pharmaceutical Industries mengambil langkah ekspansif dengan mengakuisisi perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Organon & Co, dalam transaksi tunai penuh senilai sekitar US$ 11,75 miliar termasuk utang. Aksi ini menjadi akuisisi luar negeri terbesar yang pernah dilakukan perusahaan farmasi India.

Melansir Reuters (27/4), langkah ini mencerminkan strategi Sun Pharma untuk memperkuat portofolio obat spesialis dengan margin lebih tinggi. Perusahaan kini memperdalam fokus pada segmen seperti dermatologi, onkologi, dan terapi obesitas, di tengah tekanan penjualan di pasar Amerika Serikat.

Tekanan tersebut tidak lepas dari perubahan kebijakan tarif di AS yang menekan margin produsen obat India yang bergantung pada pasar tersebut. Kondisi ini juga mendorong Sun tetap membuka opsi ekspansi fasilitas produksi di Negeri Paman Sam.


Analis Nuvama Institutional Equities, Shrikant Akolkar menilai, transaksi ini berdampak positif terhadap kinerja keuangan, namun belum akan mengubah posisi Sun secara signifikan di pasar AS. Pasalnya, jejak bisnis Organon di negara tersebut relatif terbatas.

Baca Juga: Hyundai dan TVS Berkolaborasi, Siap Garap Pasar Kendaraan Listrik Roda Tiga di India

Meski demikian, akuisisi ini membuka peluang ekspansi geografis. “Kesepakatan ini memberi akses ke pasar seperti China, Brasil, dan kawasan emerging lainnya, sehingga membantu Sun meningkatkan skala sebagai pemain obat bermerek dan spesialis,” ujar Akolkar.

Dalam kesepakatan ini, Sun Pharma akan membeli Organon seharga US$ 14 per saham, atau dengan premi lebih dari 24% dibandingkan harga penutupan 24 April. Transaksi akan didanai melalui kas internal serta fasilitas pembiayaan bank yang telah dikomitmenkan.

Per akhir 2025, Organon tercatat memiliki utang bersih sekitar US$ 8,6 miliar. Sementara itu, Sun Pharma mencatat posisi utang relatif kecil, sekitar US$ 198,4 juta, dengan laba mencapai US$ 1,16 miliar.

Dengan neraca yang solid, kekhawatiran terhadap peningkatan utang diperkirakan mereda dalam tiga tahun ke depan. Hal ini berpotensi memperkuat posisi Sun sebagai pemain global yang lebih dominan menjelang akhir dekade.

Sentimen positif langsung tercermin di pasar. Saham Sun Pharma melonjak 8,5% usai pengumuman transaksi, sekaligus menjadi kenaikan harian terbesar sejak Agustus 2021.

Secara strategis, akuisisi ini juga akan memperkuat portofolio kesehatan perempuan Sun sekaligus menjadi pintu masuk ke segmen biosimilar. Sun akan memperoleh akses ke lebih dari 70 produk kesehatan perempuan dan obat umum yang dipasarkan di sekitar 140 negara, menghadirkan sumber pendapatan yang stabil sekaligus memperluas skala bisnis globalnya.

Baca Juga: AS Kenakan Bea Anti-Dumping Awal Panel Surya dari Indonesia, India, dan Laos

TAG: