SUN seri FR0059 paling diburu perdagangan kemarin



JAKARTA. Harga surat utang negara (SUN) pada penutupan perdagangan Selasa (31/1) kemarin tercatat melemah. Berdasarkan situs Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), indeks INDOBeX Government Clean Price menurun sebesar 0,08% ke level 111,50 dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra melihat, volume perdagangan Surat Utang Negara yang dilaporkan pada perdagangan kemarin (31/1) senilai Rp9,26 triliun dari 39 seri Surat Utang Negara yang diperdagangkan, dengan volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan mencapai Rp5,86 triliun.

Terbatasnya perubahan harga Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin turut dipengaruhi oleh investor yang masih mencermati pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika yang merupakan pertemuan pertamanya di tahun 2017 setelah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps di bulan Desember 2016.


Meskipun analis memperkirakan bahwa Bank Sentral Amerika masih akan mempertahankan suku bunga acuan, pelaku pasar masih cenderung untuk menahan diri melakukan transaksi guna mencermati kebijakan yang akan diambil oleh Bank Sentral Amerika

Obligasi Negara seri FR0059 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp3,55 triliun dari 123 kali transaksi di harga rata - rata 95,60% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0061 senilai Rp1,31 triliun dari 51 kali transaksi di harga rata - rata 98,76%.

Adapun dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp632,45 miliar dari 25 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap II Tahun 2012 Seri B (BNII01BCN2) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp226 miliar dari 5 kali transaksi di harga rata - rata 100,41% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap I Tahun 2012 (BNLI01SBCN1) senilai Rp77 miliar dari 7 kali transaksi di harga rata - rata 99,58%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto