Sungai Penuh Buaya Disetujui Jadi Arena Dayung Olimpiade Brisbane 2032
Senin, 28 September 2026 03:45 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Sungai Fitzroy di Rockhampton, Queensland, Australia, disetujui menjadi lokasi pertandingan dayung dan kano sprint pada Olimpiade dan Paralimpiade Brisbane 2032. Keputusan tersebut diambil setelah lintasan di Sungai Fitzroy menjalani penilaian teknis independen mengenai kesesuaiannya sebagai arena kompetisi olahraga air tingkat Olimpiade. Penilaian dilakukan oleh Games Independent Infrastructure and Coordination Authority (GIICA) bersama konsultan teknik kelautan WaterProof Marine Consultancy and Services B.V.
Kajian tersebut mencakup penyelidikan langsung di perairan serta pemodelan untuk melihat kinerja lintasan dalam berbagai kondisi, termasuk pola cuaca, ketinggian air, arus, angin, gelombang, dan risiko banjir menjelang maupun selama penyelenggaraan Olimpiade. Hasil penilaian kemudian mendapat dukungan dari World Rowing dan Paddle Worldwide. Keduanya menyatakan Sungai Fitzroy dapat menyediakan kondisi kompetisi yang aman, adil, dan konsisten sesuai persyaratan pertandingan dayung dan kano sprint Olimpiade serta Paralimpiade. Presiden World Rowing Jean-Christophe Rolland mengatakan hasil analisis menunjukkan Sungai Fitzroy mampu menyediakan kondisi kompetisi yang sesuai dengan persyaratan dayung Olimpiade. Sementara itu, Presiden Paddle Worldwide Thomas Konietzko menyebut kajian teknis tersebut meningkatkan pemahaman mengenai kondisi arena pertandingan dan memberikan keyakinan bahwa lintasan dapat digunakan untuk kompetisi kano sprint. Baca Juga: Studi: Spionase Ekonomi Dongkrak PDB Jerman Timur 7,4% pada Akhir 1980-an Sungai Fitzroy Jadi Habitat Buaya Pemilihan Sungai Fitzroy sebagai lokasi pertandingan Olimpiade menjadi sorotan karena sungai tersebut merupakan habitat buaya muara atau buaya air asin (*estuarine crocodile*). Namun, jumlah buaya di kawasan tersebut masih menjadi perdebatan. Sejumlah laporan menyebut terdapat sekitar 500 buaya di Sungai Fitzroy, tetapi angka tersebut dibantah oleh pakar dan pengelola peternakan buaya setempat. ABC melaporkan pemodelan Departemen Lingkungan dan Sains Queensland pada 2019 mencatat kepadatan sekitar 0,2 buaya per kilometer di wilayah Rockhampton. Pemilik Koorana Crocodile Farm John Lever bahkan memperkirakan jumlah buaya di kawasan tersebut jauh lebih sedikit dari angka 500. Pemerintah Queensland juga menyatakan belum pernah ada interaksi negatif yang terdokumentasi antara manusia dan buaya di wilayah Rockhampton. Meski demikian, pakar buaya dari University of Queensland, Craig Franklin, menyampaikan kekhawatiran mengenai aktivitas mendayung dan berkano di habitat buaya. Panitia Olimpiade sebelumnya juga menyatakan akan menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan munculnya buaya selama penyelenggaraan pertandingan. Baca Juga: Tiga Tentara Terluka, Korea Selatan Investigasi Ledakan Ranjau di DMZ Atlet Soroti Risiko Banjir Selain keberadaan buaya, kondisi sungai dan risiko banjir juga menjadi perhatian. Drew Ginn, peraih tiga medali emas Olimpiade Australia di cabang dayung, sebelumnya mempertanyakan aspek keadilan kompetisi jika kondisi arus di lintasan berubah. Menurut Ginn, perubahan kondisi sungai dapat memengaruhi kecepatan masing-masing lintasan dan berpotensi berdampak pada hasil pertandingan yang selisih waktunya sangat tipis. Kekhawatiran lain berkaitan dengan lokasi Rockhampton yang berjarak sekitar enam hingga tujuh jam perjalanan darat dari Brisbane. Ginn mempertanyakan pengalaman atlet dan penonton apabila lokasi pertandingan tersebar cukup jauh dari pusat penyelenggaraan Olimpiade. Meski demikian, hasil penilaian teknis independen menyatakan lintasan tersebut dapat menyediakan kondisi kompetisi yang adil berdasarkan kondisi yang diuji. Tonton: Hedge Fund Hampir Kolaps, Bank Wall Street Ikut Diperiksa Belum Semua Tahapan Selesai Persetujuan terhadap Sungai Fitzroy belum berarti seluruh proses pembangunan venue telah rampung.
ABC melaporkan dokumen penilaian teknis independen tersebut belum dipublikasikan kepada publik. Selain itu, masih ada sejumlah elemen yang harus dikonfirmasi dalam tahap perencanaan venue berikutnya, termasuk detail teknis, tingkat layanan, serta fasilitas yang dibutuhkan untuk pertandingan Olimpiade dan Paralimpiade. GIICA juga masih harus menyelesaikan proses validasi proyek yang mencakup aspek desain, nilai manfaat dan warisan venue. Dengan hasil penilaian teknis tersebut, pemerintah Queensland kini dapat melanjutkan tahapan perencanaan, desain, dan pembangunan venue dayung serta kano sprint di Rockhampton untuk Brisbane 2032. Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/09/26/215100570/sungai-sarang-500-buaya-jadi-lokasi-lomba-dayung-olimpiade-2032-di?page=all#page2.