JAKARTA. Sama seperti tahun lalu, pemerintah tahun ini akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) dalam denominasi yen, yaitu Samurai Bond. Namun tahun ini Samurai Bond akan diterbitkan dalam dua jenis yaitu garansi dan tanpa garansi. Pemerintah akan memberikan porsi penerbitan Samurai Bond tanpa garansi hingga 50% total penerbitan. Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Schneider Siahaan mengatakan, alasan pemerintah ingin menerbitkan Samurai Bond tanpa garansi hingga 50% adalah karena ingin memperluas basis investor Indonesia. Jika tahun ini porsinya 50% dan tahun-tahun mendatang porsi tanpa garansi akan diperbesar. Selama ini, dengan adanya garansi, maka Samurai Bond yang berasal dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), yang dilihat oleh investor adalah JBIC sebagai pemberi garansi. Pemerintah Indonesia sendiri sebagai penjual utang tidak dilihat oleh investor.
Supaya murah, 50% Samurai Bond tanpa garansi JBIC
JAKARTA. Sama seperti tahun lalu, pemerintah tahun ini akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) dalam denominasi yen, yaitu Samurai Bond. Namun tahun ini Samurai Bond akan diterbitkan dalam dua jenis yaitu garansi dan tanpa garansi. Pemerintah akan memberikan porsi penerbitan Samurai Bond tanpa garansi hingga 50% total penerbitan. Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Schneider Siahaan mengatakan, alasan pemerintah ingin menerbitkan Samurai Bond tanpa garansi hingga 50% adalah karena ingin memperluas basis investor Indonesia. Jika tahun ini porsinya 50% dan tahun-tahun mendatang porsi tanpa garansi akan diperbesar. Selama ini, dengan adanya garansi, maka Samurai Bond yang berasal dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), yang dilihat oleh investor adalah JBIC sebagai pemberi garansi. Pemerintah Indonesia sendiri sebagai penjual utang tidak dilihat oleh investor.