KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kembali menggelar latihan militer bersama tahunan Super Garuda Shield mulai Senin (31/8/2026). Latihan tahun ini menjadi yang pertama sejak kedua negara mengumumkan kemitraan pertahanan baru pada tahun ini. Melansir
Reuters, latihan tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari penerjunan pasukan taktis dari udara, penembakan rudal, latihan perang di hutan, manuver angkatan laut, hingga pertahanan siber.
Baca Juga: Ikappi Beberkan Harga Pangan Naik Jelang September 2026, Ayam Tembus Rp 44.000 Super Garuda Shield telah digelar setiap tahun sejak 2006 dan akan berlangsung hingga 11 September 2026. Lebih dari 4.700 personel militer akan terlibat dalam latihan tersebut bersama 13 negara lainnya, termasuk Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Kanada. Latihan berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia. Kegiatan mencakup latihan infiltrasi, penembakan rudal Stinger, pelatihan perang di hutan, serta manuver angkatan laut. Latihan tahun ini digelar setelah Menteri Pertahanan Indonesia dan AS menandatangani kemitraan kerja sama pertahanan pada April 2026. Pemerintah Indonesia sebelumnya mengatakan kemitraan tersebut akan mencakup dukungan AS terhadap program modernisasi militer Indonesia serta peningkatan pelatihan bagi personel TNI. “Kami tidak hanya berkumpul untuk menjalani siklus latihan tahunan lainnya. Kami sedang menulis babak baru yang bersejarah dalam hubungan bilateral kita,” kata Mayor Jenderal Patrick Ellis, Komandan Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS, dalam pidato pembukaan latihan di Bandung, Senin.
Baca Juga: Tarif Kemenkum Naik, Pengamat Soroti Dampaknya ke PNBP dan Pelaku Usaha Jaga Hubungan dengan AS dan China Indonesia selama ini mempertahankan kebijakan luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada kekuatan tertentu. Presiden Prabowo Subianto berulang kali menyatakan Indonesia ingin bersahabat dengan semua negara dan menjaga hubungan baik dengan berbagai kekuatan dunia, termasuk AS dan China. Di tengah penguatan hubungan pertahanan dengan AS, Indonesia juga meningkatkan kerja sama militernya dengan China. Awal Agustus 2026, Indonesia sepakat memperkuat hubungan militer dengan Beijing dalam kunjungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan China ke Indonesia. Dengan demikian, latihan Super Garuda Shield berlangsung di tengah upaya Indonesia menjaga keseimbangan hubungan pertahanan dengan dua kekuatan besar dunia.
Baca Juga: Anggaran Kemenpar Rp 1,51 Triliun, Investasi Pariwisata Dibidik Rp 71 Triliun Latihan Penanggulangan Bencana Selain latihan tempur, Super Garuda Shield tahun ini juga mencakup kegiatan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam karena terdiri dari sekitar 17.000 pulau dan memiliki lebih dari 100 gunung berapi aktif. Indonesia juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang memiliki aktivitas seismik tinggi. Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada awal Agustus 2026 dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang. Selain bencana gempa dan longsor, Indonesia juga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan pada Juli 2026 membakar hampir 95.000 hektare lahan. Luasan tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan total kerusakan yang tercatat dalam enam bulan sebelumnya.
Baca Juga: Harga Beras di Atas HET, Bapanas Siapkan Sanksi hingga Cabut Izin Usaha Asap akibat kebakaran kemudian menyelimuti sejumlah wilayah dan memicu gangguan kesehatan pernapasan hingga penutupan sekolah. Keterlibatan latihan penanggulangan bencana dalam Super Garuda Shield menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel kedua negara dalam merespons situasi darurat selain menghadapi ancaman militer. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News