KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdebatan panjang tentang siapa sutradara terbaik untuk film Superman apakah Zack Snyder atau James Gunn tampaknya menemukan jawabannya di tahun 2025. Film Superman terbaru garapan Gunn mencatat kesuksesan besar di box office dan secara tidak langsung menempatkan kedua sutradara ini di level yang sama dalam hal pencapaian finansial.
Dua Visi Berbeda untuk Sang Man of Steel
Film-film Superman selama ini menghadirkan beragam cerita dan interpretasi, mulai dari versi klasik hingga yang lebih kelam. Man of Steel (2013) karya Snyder dan Superman (2025) garapan Gunn adalah dua representasi yang sangat kontras.-
Snyder memilih pendekatan yang lebih gelap, realis, dan penuh konflik moral, sejalan dengan nuansa DCEU pada masanya. - Gunn justru mengusung nuansa klasik yang lebih optimistis dan ringan, sesuai arah baru DCU yang ia pimpin.
Latar Belakang Perdebatan Snyder vs Gunn
Perdebatan ini memanas sejak Snyder mundur dari Justice League (2017) akibat tragedi keluarga, lalu digantikan Joss Whedon. Setelah itu, rilis Zack Snyder’s Justice League (2021) menumbuhkan kembali keinginan penggemar untuk melihat kelanjutan visi Snyder terhadap DCEU. Namun, dengan DCU melakukan reboot, fokus beralih ke Gunn. Kedua sutradara pun menjadi simbol dua pendekatan berbeda terhadap karakter Superman.Box Office Superman 2025: Angka yang Menyamakan Kedudukan
Film Superman karya Gunn kini mengantongi pendapatan global US$559 juta, menjadikannya film superhero terbesar tahun 2025. Capaian ini mengerek total box office Gunn sebagai sutradara menjadi US$3,25 miliar secara global (data The Numbers). Menariknya, total box office Snyder juga berada di kisaran yang sama, yakni US$3,17 miliar. Perbedaan kurang dari US$100 juta ini menunjukkan bahwa keduanya sama-sama sukses secara komersial, meski membawa visi yang berbeda.Faktor-faktor di Balik Kesuksesan
Kesuksesan finansial ini membuktikan bahwa baik Gunn maupun Snyder memiliki daya tarik tersendiri di mata penonton:- Snyder memikat penonton yang menggemari drama superhero dengan nuansa epik dan kelam.
- Gunn menggaet penonton dengan cerita yang lebih ringan, menghibur, dan dekat dengan akar klasik komiknya.