Suplai bengkak lagi, harga minyak tertekan



HONG KONG. Harga minyak dunia bergerak di zona negatif pada transaksi awal pekan ini (1/8). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.40 waktu Hong Kong, harga kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran September berada di posisi US$ 41,58 per barel di New York Mercantile Exchange atau turun 2 sen.

Sedangkan data CNBC menunjukkan, harga minyak Brent diperdagangkan di posisi US$ 43,46 per barel atau turun 7 sen.

Penurunan harga minyak dunia terjadi pasca dirilisnya sejumlah laporan bearish mengenai minyak. Termasuk kenaikan produksi OPEC, kenaikan pengeboran minyak AS, dan lemahnya data ekonomi Asia.


Analis menilai, berlebihnya produksi minyak dan meningkatnya produksi penyulingan menjadi faktor utama yang memberatkan harga minyak.

"Pada pekan lalu, cadangan minyak di AS semakin besar dan produksi minyak di Kanada dan Nigeria sudah kembali normal. Ini yang menyebabkan harga minyak tertekan," demikian pernyataan Singapore Exchange (SGX) seperti yang dikutip dari CNBC.

Sekadar tambahan informasi, survei Reuters menunjukkan, produksi minyak OPEC pada Juli mencapai posisi tertingginya sepanjang masa di level 33,41 juta barel per hari dari posisi 33,31 juta bpd per Juni.

Di AS, data Baker Hughes menunjukkan, terjadi penambahan jumlah rig yang dioperasikan dengan total 374 rig.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News