JAKARTA. PT Supra Boga Lestari yang merupakan pengelola ritel kelas menengah atas Ranch Market dan Farmers Market berjanji akan membagikan dividen kepada para pemegang saham. "Kami yakin bisa bagikan dividen kepada pemegang saham sesuai ketentuan di prospektus," kata Direktur Utama Supra Boga Lestari Nugroho Setiadharma saat ditemui di Jakarta, Senin (14/5). Perusahaan yang bergerak di sektor ritel ini berjanji memberikan dividen dengan pay out ratio sebesar 20% dari laba bersih tahun ini. "Memang ada hitungan minimal laba bersihnya tapi kami tetap yakin bisa berikan dividen," ungkapnya.Pemberian dividen ini dinilai penting bagi pemegang saham, karena ada beberapa perusahaan yang bergerak di sektor ritel hingga saat ini belum juga memberikan dividen karena lasan dananya digunakan untuk ekspansi usaha.Lanjut Nugroho, untuk ekspansi usaha yang dilakukan perusahaan akan mengambil dana hasil penawaran umum saham perdana alias IPO. "Dana IPO untuk investasi pembukaan toko baru sekitar Rp 90 miliar dan tahun ini tidak habis semua, paling cuma Rp 45 miliar di tahun ini," jelasnya.Sementara itu, dana IPO juga rencananya akan digunakan untuk melunasi pinjaman senilai Rp 30 miliar kepada CIMB Niaga. Sementara untuk sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.Sebagai catatan, Supra Boga ternyata telah beberapa kali mendapatkan penawaran untuk menjual perusahaannya dari beberapa ritel asing. "Perusahaan Korea dan beberapa asal Asia Tenggara memang sudah tertarik untuk beli kami. Tapi sayang kalau dijual karena masa depannya bagus," imbuh Nugroho.
Supra Boga janji bagikan dividen dari laba 2012
JAKARTA. PT Supra Boga Lestari yang merupakan pengelola ritel kelas menengah atas Ranch Market dan Farmers Market berjanji akan membagikan dividen kepada para pemegang saham. "Kami yakin bisa bagikan dividen kepada pemegang saham sesuai ketentuan di prospektus," kata Direktur Utama Supra Boga Lestari Nugroho Setiadharma saat ditemui di Jakarta, Senin (14/5). Perusahaan yang bergerak di sektor ritel ini berjanji memberikan dividen dengan pay out ratio sebesar 20% dari laba bersih tahun ini. "Memang ada hitungan minimal laba bersihnya tapi kami tetap yakin bisa berikan dividen," ungkapnya.Pemberian dividen ini dinilai penting bagi pemegang saham, karena ada beberapa perusahaan yang bergerak di sektor ritel hingga saat ini belum juga memberikan dividen karena lasan dananya digunakan untuk ekspansi usaha.Lanjut Nugroho, untuk ekspansi usaha yang dilakukan perusahaan akan mengambil dana hasil penawaran umum saham perdana alias IPO. "Dana IPO untuk investasi pembukaan toko baru sekitar Rp 90 miliar dan tahun ini tidak habis semua, paling cuma Rp 45 miliar di tahun ini," jelasnya.Sementara itu, dana IPO juga rencananya akan digunakan untuk melunasi pinjaman senilai Rp 30 miliar kepada CIMB Niaga. Sementara untuk sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.Sebagai catatan, Supra Boga ternyata telah beberapa kali mendapatkan penawaran untuk menjual perusahaannya dari beberapa ritel asing. "Perusahaan Korea dan beberapa asal Asia Tenggara memang sudah tertarik untuk beli kami. Tapi sayang kalau dijual karena masa depannya bagus," imbuh Nugroho.