JAKARTA. Alternatif investasi semakin ramai. Sejumlah surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) dengan kupon tinggi siap terbit Oktober ini. Setidaknya ada tiga emiten yang menerbitkan MTN, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Equity Finance Indonesia dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia. Medco menerbitkan MTN IV senilai Rp 1 triliun. MTN dengan kode MEDC04XXMF dicatatkan 8 Oktober 2014. Surat utang bertenor empat tahun ini menawarkan kupon 11,2%. Selanjutnya, Equity Finance Indonesia menerbitkan MTN II tahap II senilai Rp 60 miliar. Surat utang bertenor satu tahun ini dengan kupon 13%. Sedangkan Industri Telekomunikasi Indonesia menerbitkan MTN tahun 2014 seri C senilai Rp 80 miliar. Instrumen ini bertenor satu tahun dengan kupon sebesar 11,25%. Analis Millenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, maraknya penerbitan MTN dipicu oleh tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) tinggi mengerek kenaikan yield obligasi pemerintah. Agar MTN menarik, penerbit obligasi harus menawarkan kupon tinggi.
Surat utang jangka menengah tawarkan kupon tinggi
JAKARTA. Alternatif investasi semakin ramai. Sejumlah surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) dengan kupon tinggi siap terbit Oktober ini. Setidaknya ada tiga emiten yang menerbitkan MTN, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Equity Finance Indonesia dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia. Medco menerbitkan MTN IV senilai Rp 1 triliun. MTN dengan kode MEDC04XXMF dicatatkan 8 Oktober 2014. Surat utang bertenor empat tahun ini menawarkan kupon 11,2%. Selanjutnya, Equity Finance Indonesia menerbitkan MTN II tahap II senilai Rp 60 miliar. Surat utang bertenor satu tahun ini dengan kupon 13%. Sedangkan Industri Telekomunikasi Indonesia menerbitkan MTN tahun 2014 seri C senilai Rp 80 miliar. Instrumen ini bertenor satu tahun dengan kupon sebesar 11,25%. Analis Millenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, maraknya penerbitan MTN dipicu oleh tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) tinggi mengerek kenaikan yield obligasi pemerintah. Agar MTN menarik, penerbit obligasi harus menawarkan kupon tinggi.