JAKARTA. Kendati outstanding surat utang ritel lebih rendah ketimbang Surat Utang Negara (SUN), instrumen yang diluncurkan pemerintah ini terbilang ramai ditransaksikan dalam pasar sekunder. Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), ada empat surat utang ritel yang paling banyak diminati investor di pasar sekunder sepanjang September 2015, baik dari segi volume transaksi maupun frekuensi. Yakni SR-007, SR006, ORI011 dan ORI009. Menurut analis Sucorinvest Central Gani Ariawan, outstanding surat utang ritel memang lebih kecil ketimbang SUN. Namun, imbal hasil surat utang ritel lebih menarik ketimbang SUN bertenor sama di pasar sekunder.
Surat utang ritel cukup laku di pasar sekunder
JAKARTA. Kendati outstanding surat utang ritel lebih rendah ketimbang Surat Utang Negara (SUN), instrumen yang diluncurkan pemerintah ini terbilang ramai ditransaksikan dalam pasar sekunder. Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), ada empat surat utang ritel yang paling banyak diminati investor di pasar sekunder sepanjang September 2015, baik dari segi volume transaksi maupun frekuensi. Yakni SR-007, SR006, ORI011 dan ORI009. Menurut analis Sucorinvest Central Gani Ariawan, outstanding surat utang ritel memang lebih kecil ketimbang SUN. Namun, imbal hasil surat utang ritel lebih menarik ketimbang SUN bertenor sama di pasar sekunder.