KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (
WIFI) (Surge) menargetkan ekspansi jaringan
fixed wireless access (FWA) hingga sekitar 9.800 site pada 2027. Penambahan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mempercepat akuisisi pelanggan. Direktur Solusi Sinergi Digital Shannedy Ong mengatakan tahun 2026 menjadi titik penting bagi WIFI karena perseroan mulai memasuki fase monetisasi dari investasi jaringan yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut dia, investasi yang digenjot sejak akhir 2025 mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan perseroan pada semester I-2026. Ke depan, ekspansi jaringan tetap dilanjutkan untuk mendukung pertumbuhan pelanggan dan monetisasi.
Baca Juga: Landbank Menipis, Puradelta Lestari (DMAS) Belum Mau Akuisisi di Waktu Dekat "Untuk tahun 2026 ini memang bukan cuma kita membangun, tapi 2026 itu sudah boleh dibilang sebagai
inflection point buat kita untuk monetisasi juga," ujar Shannedy dalam public expose secara daring, Senin (7/9/2026). Memasuki 2027, WIFI akan terus meningkatkan skala bisnis sekaligus melakukan efisiensi operasional. Salah satu fokus ekspansi adalah memperbesar
footprint FWA melalui penambahan ribuan
site. Shannedy menyebut jumlah
site FWA yang ditargetkan perseroan pada 2027 mencapai sekitar 9.800
site. Artinya, WIFI masih akan menambah kurang dari 4.000 site dari target 2026 sebanyak 5.500
site. "Untuk FWA di tahun 2027, target kami adalah
site sebesar 9.800. Kita melihat memang karena FWA ini teknologi yang
wireless itu akan sangat cepat di
-deploy," jelasnya.
Baca Juga: Samuel Sekuritas Tambah Saham FILM Lewat Transaksi Repo Senilai Rp 102 Miliar Selain mempercepat pembangunan jaringan, FWA akan dimanfaatkan sebagai mesin akuisisi pelanggan. Karakteristik teknologi yang lebih cepat dikerahkan memungkinkan WIFI masuk ke wilayah baru dan menangkap calon pelanggan dengan lebih cepat. Strategi tersebut juga akan berjalan beriringan dengan pengembangan jaringan
fiber-to-the-home (FTTH). Pada 2026, WIFI menargetkan pembangunan sekitar 3,5 juta home pass, yang menjadi fondasi bagi ekspansi layanan broadband perseroan. Untuk mengejar target pelanggan FWA 2026 sebanyak 3 juta, WIFI mengandalkan kombinasi percepatan
deployment dan penguatan jaringan penjualan. Salah satunya melalui skema Rumah Sahabat IRA yang telah mencatat lebih dari 9.000 rumah terdaftar. Perseroan juga menggandeng sejumlah mitra yang memiliki basis pelanggan besar, termasuk perusahaan pembiayaan mikro. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas kanal distribusi dan mempercepat proses akuisisi pelanggan. Di sisi profitabilitas, WIFI juga optimistis dapat mempertahankan EBITDA margin pada kisaran 50%-60% dalam beberapa tahun mendatang. Manajemen menyebut margin semester I-2026 yang berada di atas 60% ditopang oleh perubahan model bisnis, strategi go-to-market, perencanaan jaringan, hingga efisiensi organisasi. Seiring ekspansi, WIFI tetap akan membutuhkan investasi dan capex untuk mengembangkan bisnis FWA maupun FTTH. Namun, manajemen meyakini efisiensi yang diterapkan sejak tahap perencanaan hingga operasional dapat membantu menjaga tingkat margin tersebut.
Baca Juga: Kinerja Merdeka Gold Resources (EMAS) Diproyeksi Positif, Simak Rekomendasi Analis​ "Kita sangat yakin kita bisa
maintain range between 50%-60% dalam beberapa tahun ke depan, termasuk setelah mempertimbangkan ekspansi agresif kita di FWA," ungkap Shannedy. Selain ekspansi jaringan, WIFI juga mulai memanfaatkan
artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perseroan telah menerapkan agentic AI untuk kebutuhan pemantauan jaringan,
project monitoring, ticketing, incident management, complaint handling hingga
chatbot. Memasuki 2027, strategi tersebut akan menjadi bagian dari upaya WIFI untuk meningkatkan skala bisnis sekaligus menjaga efisiensi ketika cakupan jaringan dan jumlah pelanggan semakin besar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News