Surge (WIFI) Kejar 3 Juta Pelanggan, Siapkan Capex Rp 7 Triliun Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) (Surge) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 7 triliun pada 2026 untuk mempercepat pengembangan infrastruktur internet. Investasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mengejar target 3 juta pelanggan.

Investor Relations WIFI Olivia Simon mengatakan belanja modal tahun ini akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan pengembangan jaringan. Fokus utama perseroan mencakup penguatan layanan fixed wireless access (FWA) serta perluasan jaringan fiber-to-the-home (FTTH).

Salah satu porsi investasi akan digunakan untuk menambah sekitar 5.500 radio dengan biaya sekitar US$ 30.000 per unit. WIFI juga menyiapkan pengadaan modem ZTE dengan harga sekitar US$ 50 per unit untuk menunjang ekspansi layanan.


Baca Juga: Samuel Sekuritas Tambah Saham FILM Lewat Transaksi Repo Senilai Rp 102 Miliar

"Target capex WIFI tahun ini ada di angka sekitar Rp7 triliun," ujar Olivia dalam public expose secara daring, Senin (7/9/2026).

Untuk pengembangan jaringan FTTH, perseroan menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun melalui anak usaha, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Dana tersebut diarahkan untuk menambah sekitar 1,5 juta home pass dan home connect.

Dengan asumsi biaya sekitar Rp 750.000 untuk setiap pelanggan, ekspansi tersebut diharapkan memperbesar cakupan jaringan sekaligus membuka ruang bagi penambahan basis pelanggan WIFI.

Selain ekspansi FWA dan FTTH, WIFI mengalokasikan sekitar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar untuk kebutuhan fiberisasi menara. Perseroan juga menyiapkan sekitar Rp100 miliar untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan backbone.

Namun, hingga akhir Juni 2026, realisasi capex WIFI baru mencapai sekitar Rp1 triliun. Menurut Olivia, kondisi tersebut lebih berkaitan dengan waktu pelaksanaan investasi sehingga belum mencerminkan perubahan rencana belanja modal perseroan.

Baca Juga: Harga Emas Tertekan pada Awal Pekan, Investor Perlu Cermati Ini

Realisasi capex semester I-2026 terutama digunakan untuk pengembangan jaringan di IJE, termasuk penambahan home pass dan home connect. Sebagian lainnya digunakan untuk pengadaan perangkat pada bisnis WIFI secara stand alone.

Di bisnis FWA, WIFI juga telah meluncurkan layanan Internet Rakyat. Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian lain dari kebutuhan investasi perseroan sepanjang tahun ini.

Direktur WIFI Shannedy Ong mengatakan secara umum belanja modal perseroan memang diarahkan untuk memperbesar kapasitas dan jangkauan kedua jenis jaringan tersebut.

"Pada dasarnya, capex kami akan digunakan untuk ekspansi jaringan FWA dan FTTH," ujar Shannedy.

Melalui rangkaian ekspansi tersebut, WIFI berharap peningkatan ketersediaan jaringan dan perangkat dapat menopang pertumbuhan jumlah pelanggan hingga mencapai target 3 juta pelanggan pada 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News