Surplus Dagang China dengan Uni Eropa dan AS Tetap Besar pada Juli, Ini Rinciannya



KONTAN.CO.ID - Kinerja perdagangan China dengan sejumlah mitra dagang utama tetap tumbuh pada Juli 2026, seiring ekspor negara tersebut yang melampaui ekspektasi pasar berkat kuatnya permintaan global terhadap produk-produk teknologi tinggi.

Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), data Bea Cukai China menunjukkan ekspor China pada Juli 2026 meningkat 23,9% secara tahunan (year on year/YoY) dalam denominasi dolar AS.

Baca Juga: Ekspor China Tumbuh 23,9% pada Juli 2026, Kinerja Produk AI Jadi Penopang


Meski melambat dari pertumbuhan 27% pada Juni, realisasi tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi pasar sebesar 22,2%.

Di sisi lain, impor naik 27,5% YoY, lebih rendah dibandingkan kenaikan 36% pada Juni dan sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar 27,9%.

Berikut rincian perdagangan China dengan sejumlah mitra dagang utama pada Juli 2026:

Mitra Dagang Ekspor (US$ miliar) Impor (US$ miliar) Neraca Dagang (US$ miliar) Pertumbuhan Ekspor (YoY) Pertumbuhan Impor (YoY)
ASEAN 75,6 42,7 32,9 38,4% 36,0%
Uni Eropa 58,0 24,2 33,8 16,0% -1,4%
Amerika Serikat 41,9 13,9 28,0 17,0% 15,3%
Korea Selatan 18,1 31,0 -12,9 46,6% 97,8%
Jepang 14,2 19,3 -5,1 14,0% 29,3%
Taiwan 10,3 26,5 -16,2 25,1% 36,6%
Australia 7,3 15,4 -8,1 13,9% 36,8%
Baca Juga: Bukan Hanya Sri Mulyani, Ini Deretan Tokoh Indonesia di Lembaga Keuangan Dunia

ASEAN masih menjadi mitra dagang terbesar China dari sisi ekspor dengan nilai mencapai US$ 75,6 miliar, disusul Uni Eropa sebesar US$ 58 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$ 41,9 miliar.

China juga mencatat surplus perdagangan terbesar dengan Uni Eropa sebesar US$ 33,8 miliar, diikuti ASEAN sebesar US$ 32,9 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$ 28 miliar.

Sebaliknya, China masih mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara pemasok utama, seperti Taiwan sebesar US$ 16,2 miliar, Korea Selatan sebesar US$ 12,9 miliar, Australia sebesar US$ 8,1 miliar, serta Jepang sebesar US$ 5,1 miliar.

Baca Juga: Serangan Siber Sasar Wall Street, Blackstone hingga KKR Masuk Daftar Target

Data tersebut mencerminkan kuatnya ekspor produk manufaktur China, sementara impor dari negara-negara tersebut masih didominasi komponen teknologi, semikonduktor, serta komoditas bahan baku.