KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Surplus perdagangan Kanada menyusut tajam pada Juli 2026. Penurunan ini terjadi ketika ekspor produk energi dan logam melemah, sementara impor justru meningkat. Berdasarkan data Statistics Canada yang dirilis Kamis (3/9/2026), surplus perdagangan Kanada pada Juli tercatat sebesar C$ 769 juta atau sekitar US$ 557 juta. Angka tersebut turun drastis dibandingkan surplus C$ 4,2 miliar pada Juni, yang merupakan level tertinggi dalam empat tahun. Realisasi tersebut juga jauh di bawah perkiraan ekonom yang disurvei
Reuters sebesar C$ 3,57 miliar.
Secara bulanan, ekspor Kanada turun 2,3%, sedangkan impor meningkat 2,2%. Meski surplus menyusut, Juli menjadi bulan kelima berturut-turut Kanada mencatat surplus perdagangan.
Baca Juga: Kontraksi Sektor Jasa Prancis Makin Dalam, Permintaan Kembali Memburuk Kinerja tersebut menunjukkan perdagangan Kanada masih relatif mampu bertahan setelah lebih dari satu setengah tahun menghadapi tarif dari Amerika Serikat (AS). Namun, kondisi perdagangan Kanada diperkirakan menghadapi tekanan yang lebih besar dalam beberapa bulan mendatang setelah Washington memberlakukan tarif baru sebesar 50% pada bulan lalu. Penurunan ekspor Kanada pada Juli terutama dipicu oleh produk energi. Komoditas energi menyumbang hampir seperempat dari total ekspor Kanada, dengan sekitar 95% biasanya dikirim ke AS. Nilai ekspor produk energi turun 4,4% pada Juli, menjadi penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Ekspor minyak mentah bahkan turun 5,5%, dipengaruhi oleh penurunan harga dan volume pengiriman. Ekspor produk logam dan mineral non-logam juga mengalami kontraksi 8,5% pada Juli. Padahal, pada bulan sebelumnya, ekspor kelompok produk tersebut sempat melonjak 15,8%. Secara keseluruhan, nilai ekspor Kanada turun menjadi C$ 76,14 miliar pada Juli dari C$ 77,96 miliar pada Juni. Namun, jika produk energi dan logam dikeluarkan dari perhitungan, ekspor Kanada justru masih tumbuh 0,6%. Penurunan ekspor secara keseluruhan juga tertahan oleh lonjakan ekspor pesawat terbang serta peralatan transportasi dan komponennya yang mencapai 34,9%.
Baca Juga: PMI Sektor Jasa Italia Mencapai Level Tertinggi dalam Hampir 3,5 Tahun Di sisi lain, impor Kanada meningkat menjadi C$ 75,37 miliar pada Juli dari C$ 73,76 miliar pada Juni. Kenaikan tersebut menjadi pertumbuhan impor selama enam bulan berturut-turut. Kenaikan terutama didorong oleh impor kendaraan bermotor dan komponennya yang meningkat 11,4%, terutama dari AS. Hubungan perdagangan dengan AS juga menunjukkan perubahan. Ekspor Kanada ke AS turun 6,6% pada Juli, sementara impor dari AS meningkat 1,8%. Kondisi tersebut membuat surplus perdagangan Kanada dengan AS menyusut lebih dari 40% menjadi C$ 5,9 miliar. Meski AS masih menjadi pasar utama Kanada, ketergantungan tersebut secara bertahap mulai berkurang.
Pada Juli, AS menyumbang 66,35% dari total ekspor Kanada, turun dari 69,39% pada Juni dan 72,64% setahun sebelumnya. Ketergantungan Kanada terhadap AS dari sisi impor juga menurun. Dalam 12 bulan terakhir, sekitar 59% impor Kanada berasal dari AS, turun dibandingkan 62% pada 2024. Sementara itu, ekspor Kanada ke negara-negara di luar AS meningkat 7,4% pada Juli. Impor dari negara non-AS juga tumbuh 2,8%. Perkembangan tersebut membuat defisit perdagangan Kanada dengan negara-negara di luar AS menyempit menjadi C$5,1 miliar, dari C$6,1 miliar pada bulan sebelumnya.