KONTAN.CO.ID - Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan cenderung menyempit dibandingkan realisasi periode sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan impor yang melonjak lebih tinggi dibandingkan ekspor. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan surplus neraca dagang RI pada Februari 2026 berada di kisaran US$ 840 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi Januari 2026 yang tercatat surplus sebesar US$ 950 juta. Menurut Hosianna, kinerja ekspor Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Ekspor diperkirakan tumbuh sekitar 5% secara tahunan (yoy), didorong oleh stabilisasi dan perbaikan harga komoditas unggulan seperti batu bara, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), nikel, serta sejumlah mineral olahan.
Surplus Neraca Dagang Februari 2026 Diprediksi Menyempit, Ekonom Bongkar Penyebabnya
KONTAN.CO.ID - Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan cenderung menyempit dibandingkan realisasi periode sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan impor yang melonjak lebih tinggi dibandingkan ekspor. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan surplus neraca dagang RI pada Februari 2026 berada di kisaran US$ 840 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi Januari 2026 yang tercatat surplus sebesar US$ 950 juta. Menurut Hosianna, kinerja ekspor Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Ekspor diperkirakan tumbuh sekitar 5% secara tahunan (yoy), didorong oleh stabilisasi dan perbaikan harga komoditas unggulan seperti batu bara, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), nikel, serta sejumlah mineral olahan.
TAG: