Surplus neraca dagang Indonesia pada Oktober 2021 diprediksi US$ 3,99 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan neraca perdagangan Indonesia bulan Oktober 2021 akan mencetak surplus, meski nilai surplus tak sebesar pada bulan September 2021. 

Kepala ekonom DRI Rima Prama Artha memprediksi, surplus neraca dagang pada Oktober 2021 sebesar US$ 3,99 miliar atau lebih kecil dari surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai US$ 4,37 miliar. 

“Penurunan surplus neraca perdagangan ini dipengaruhi oleh peningkatan impor, sementara ekspor diperkirakan turun secara bulanan,” ujar Rima, Minggu (14/11). 


Rima kemudian memerinci, impor pada bulan laporan diperkirakan mencapai US$ 16,39 miliar atau naik 0,97% mtm. Secara tahunan, impor diperkirakan naik 51,97% yoy. 

Baca Juga: Impor meningkat, neraca perdagangan Oktober 2021 berpeluang turun

Sementara, ekspor diperkirakan mencapai US$ 20,38 miliar atau turun 1,09% mtm. Namun, bila dibandingkan dengan Oktober 2020, ekspor Indonesia masih tumbuh 41,88% yoy. 

Masih meningkatnya nilai ekspor secara tahunan didorong oleh meroketnya harga komoditas ekspor andalan Indonesia. Selain nilai ekspor yang meningkat, volume ekspor Indonesia juga diperkirakan meningkat. 

Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia. Meski, memang beberapa negara mitra dagang mengalami penurunan kinerja manufaktur seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa. 

Namun, Rima mengingatkan peningkatan harga komoditas ini tak bisa selamanya. Dalam jangka panjang, ada kemungkinan penurunan harga komoditas seiring dengan normalisasi permintaan dan mulai tersedianya sumber energi alternatif. 

Ke depan, Rima memperkirakan, surplus neraca perdagangan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2021 dan masih didorong oleh peningkatan harga komoditas. 

Hanya saja, nilai surplus berpotensi turun seiring dengan normalisasi permintaan dan peningkatan persediaan.

Selanjutnya: Ekonom BCA perkirakan surplus neraca dagang Oktober 2021 sebesar US$ 4 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat