Survei BI: Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Diprediksi Turun 10,0%, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kinerja penjualan eceran pada April 2026 diperkirakan menurun setelah tingginya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah mulai mereda.

Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mencatat penjualan eceran April 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 10,0% secara bulanan atau month to month (mtm). Angka ini berbalik arah dibandingkan Maret 2026 yang masih tumbuh 10,3% mtm.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan perlambatan terjadi seiring normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).


"Penurunan ini dipengaruhi oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 H,” ujar Denny Ramdan dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Buka Masa Sidang DPR, Puan Soroti Kenaikan Harga Energi Imbas Konflik Timur Tengah

Secara bulanan, BI mencatat kontraksi penjualan eceran April 2026 terjadi pada seluruh kelompok barang. Penurunan terdalam tercatat pada Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi yang terkontraksi 14,1% mtm.

Kemudian disusul Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi yang turun 10,9% mtm serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang terkontraksi 10,7% mtm.

Secara tahunan, Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 diprakirakan mencapai 231,0. Meski demikian, sejumlah kelompok masih mencatat pertumbuhan dan menjadi penopang penjualan ritel.

Kelompok Suku Cadang dan Aksesori tercatat tumbuh paling tinggi sebesar 18,8% secara tahunan (year on year/yoy) dengan indeks 163,1.

Selain itu, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya tumbuh 1,4% yoy dengan indeks 83,4, sedangkan Subkelompok Sandang meningkat 4,4% yoy dengan indeks 99,9.

Namun sejumlah kelompok lain masih berada di zona kontraksi secara tahunan. Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tercatat minus 1,1% yoy dengan indeks 59,0.

Kemudian Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terkontraksi 2,1% yoy dengan indeks 327,9, serta Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor turun 2,8% yoy dengan indeks 103,5.

Sebelumnya, pada Maret 2026, IPR tercatat sebesar 256,7. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya penjualan hampir di seluruh kelompok barang selama Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga: BI Diproyeksi Kerek Suku Bunga Acuan ke 5% Jika Rupiah Terus Melemah, Ini Kata PIER

Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Subkelompok Sandang menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan pada periode tersebut.

Di sisi lain, BI juga memperkirakan tekanan inflasi pada tiga hingga enam bulan mendatang meningkat. Hal tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH).

IEH Juni 2026 tercatat sebesar 175,6, lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 sebesar 157,4. Sementara IEH September 2026 mencapai 163,2, naik dibandingkan Agustus 2026 sebesar 157,2.

Menurut BI, kenaikan ekspektasi harga tersebut didorong oleh meningkatnya harga bahan baku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News